Ekonomi Pilihan Ada di Tangan Konsumen

TRANSPORTASI

Pilihan Ada di Tangan Konsumen

Masyarakat dimudahkan memesan layanan transportasi melalui laman atau aplikasi. Kemudahan yang berujung pada kenyamanan ini menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam menentukan moda transportasi pilihan.

Oleh DEWI INDRIASTUTI
· 3 menit baca

 

KOMPAS/DEWI INDRIASTUTI

Calon penumpang kereta api mengantre pengecekan boarding pass di Stasiun Blitar, Jawa Timur, Rabu (1/1/2020).

Di atas kereta api yang melaju dari Gambir, Jakarta ke Blitar, Jawa Timur, dini hari. Penyejuk ruangan menyala. Penumpang bergelung di kursi, menghangatkan tubuh dengan selimut yang disediakan di setiap kursi, khusus untuk perjalanan malam hari. Sebagian mengganjal kepala dengan bantal kecil yang juga disediakan bagi setiap penumpang.

Perjalanan 14 jam jelas terasa lama. Namun, ada banyak alasan untuk menempuh jarak 730 kilometer itu menggunakan kereta api. Harga tiket yang terjangkau dengan pilihan kelas ekonomi dan eksekutif hanyalah salah satu alasannya. Alasan lain, bisa bepergian bersama-sama dengan santai dan langsung ke kota tujuan. Ada juga yang ingin bernostalgia, mengenang masa-masa sekolah yang kerap diisi dengan bepergian menggunakan KA.

Di kereta eksekutif buatan PT INKA (Persero), dipasang foto dan nomor telepon kondektur KA yang bertugas pada hari itu. Penumpang bisa menghubungi kondektur jika ada hal-hal yang dirasa perlu dan penting.

Dipasang juga nama-nama stasiun yang dilalui. Kali ini, penumpang diajak melaju di atas roda besi melalui Stasiun Gambir-Jatinegara-Cirebon-Purwokerto-Gombong-Karanganyar-Kebumen-Kutoarjo. Selanjutnya melalui Yogyakarta-Klaten-Solo Balapan-Sragen-Ngawai-Madiun-Caruban-Nganjuk-Kertosono. Kemudian melalui Kediri-Tulungagung-Blitar. Perjalanan KA berlanjut ke Wlingi-Kepanjen-Malang Kota Lama-Malang.

Di sepanjang jalur itu, beberapa stasiun baru selesai dibangun, bercat putih dengan desain gedung yang nyaris serupa. Beberapa lainnya masih menjaga bentuk asli bangunan yang sudah lama difungsikan sebagai stasiun KA. Misalnya, stasiun Yogyakarta yang dioperasikan mulai 1887, yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Ada juga stasiun Cirebon yang dioperasikan mulai 1912, yang juga bangunan cagar budaya.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Konten premium, independen.

Anda sedang mengakses konten premium Kompas.id secara gratis.
KOMPAS/DEWI INDRIASTUTI

Suasana Stasiun Yogyakarta, Jumat (3/1/2020). Penumpang kereta api menunggu kedatangan kereta api setelah masa libur panjang usai.

Kenyamanan merupakan salah satu pertimbangan penumpang dalam memilih moda transportasi. Dimulai dari proses membeli tiket, yang kini sudah dipesan melalui laman Kereta Api Indonesia dan aplikasi KAI Access, serta aplikasi jasa perjalanan lain. Calon penumpang juga bisa memilih tempat duduk sesuai selera, selama masih kosong. Ada beberapa cara membayar pesanan tiket sehingga calon konsumen bisa memillih yang paling fleksibel. Lagi-lagi kemudahan yang berujung pada kenyamanan ini membuat calon penumpang moda transportasi menjatuhkan pilihan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penumpang KA di Jawa dan Sumatera pada November 2019 sebanyak 35,9 juta orang. Sebanyak 79,61 persen atau 28,6 juta orang adalah penumpang kereta komuter di Jabodetabek.

Pada Januari-November 2019, penumpang kereta di Jawa dan Sumatera sebanyak 390,543 juta orang. Dari jumlah itu, penumpang kereta nonkomuter di Jawa 75,983 juta orang dan di Sumatera 7,375 juta orang. Jumlah penumpang kereta nonkomuter di Jawa naik 9,21 persen dibandingkan dengan periode Januari-November 2018. Adapun kenaikan jumlah penumpang di Sumatera pada periode yang sama sebesar 5,12 persen.

Di era yang serba praktis dan kebiasaan konsumen menggunakan teknologi, perusahaan yang tak ingin ditinggal pelanggan juga mesti mengadopsi penggunaan teknologi. Pada akhirnya, konsumen yang akan menentukan, ke moda transportasi mana pilihannya berlabuh.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 15 Januari 2020 di halaman 13 dengan judul "". baca epaper kompas