Bebas Akses

Gaya Hidup Designworks, Kiprah BMW di Dunia Desain
Rumah Desain

Designworks, Kiprah BMW di Dunia Desain

Oleh Dahono Fitrianto

 

KOMPAS/DAHONO FITRIANTO
Kantor pusat Designworks, anak perusahaan BMW, di Newbury Park, California, Amerika Serikat, Rabu (20/3/2019).

Mendengar inisial BMW, ingatan siapa pun akan langsung melayang ke merek mobil premium buatan Bavaria, Jerman. Hal itu tentu saja  tidak salah. Meski demikian, BMW pun memiliki kiprah di luar dunia otomotif yang sudah ia geluti berpuluh tahun.

Berada di salah satu sudut Newbury Park, beberapa kilometer di sebelah barat Los Angeles, Amerika Serikat, terletak markas besar Designworks, anak perusahaan BMW Group AG yang bergerak di bidang desain. Kompas berkunjung ke sana pada pertengahan Maret 2019.

”Selamat datang di markas besar kami. Selain di sini, kami juga punya kantor di Shanghai dan Munich,” kata Ricardo Venegas, Associate Director Strategic Partnering Designworks, yang menyambut dan mengantar kami berkeliling studio Designworks.

KOMPAS/DAHONO FITRIANTO
Laura Robin (tengah, berbaju putih), Direktur Studio Designworks Los Angeles, menyambut rombongan jurnalis dari Indonesia di markas besar Designworks di Newbury Park, Los Angeles, Rabu (20/3/2019).

Begitu kami mulai melangkahkan kaki untuk berkeliling, terselip rasa kecewa karena tak banyak desain mobil-mobil BMW yang kami temukan di situ. Namun, terselip rasa ingin tahu dan penasaran baru setelah kami sadar bahwa Designworks memang berbeda dengan divisi desain internal BMW. Ini adalah sebuah entitas bisnis yang berdiri sendiri dengan klien dari berbagai macam kebutuhan dan latar belakang industri.

Di lobi saja terlihat berbagai pajangan yang menunjukkan berbagai hasil karya Designworks untuk sejumlah klien. Ada foto-foto interior kelas bisnis dan kelas utama pesawat-pesawat Singapore Airlines yang terpasang di dinding, ada pula beberapa telepon legendaris Nokia di meja pajangan.

”Saat ini, kami tengah bekerja bersama John Deere,” kata Venegas menyebut merek traktor pertanian yang terkenal dengan warna hijau khasnya itu.

KOMPAS/DAHONO FITRIANTO
Berbagai gambar rancangan produk yang dikerjakan tim Designworks dipajang di dinding markas besar mereka di Newbury Park, Los Angeles, AS.

Kami pun diajak berkeliling ke gedung kantor dan studio yang tak terlalu besar itu. Berbagai produk rancangan rumah desain ini dipajang di beberapa sudut, termasuk gambar-gambar konsep yang digantung di dinding.

Di salah satu bagian berbagai produk yang telah dan tengah dikerjakan juga dipajang, seperti berbagai bentuk set CPU (central processing unit) komputer, kursi kerja yang ergonomis, helm yang memungkinkan pengendara sepeda motor berkomunikasi dengan sepeda motornya ala Iron Man, rancangan kendaraan khusus beroda rantai untuk memadamkan kebakaran, dan kereta luncur es (bobsled) yang digunakan Tim Olimpiade Musim Dingin AS.

KOMPAS/DAHONO FITRIANTO
Kereta bobsled hasil rancangan Designworks yang digunakan Tim Olimpiade Musim Dingin AS.

Venegas dibantu sejumlah rekannya kemudian meminta kami mencoba sebuah perangkat virtual reality (VR) untuk memeriksa berbagai rancangan yang tengah dikerjakan Designworks. Begitu  memasang perangkat kacamata VR, kita pun dibawa ke sebuah ruang pamer yang berisi produk-produk rancangan itu, seperti mobil pemadam kebakaran dan traktor John Deere yang baru.

Jika kita klik, kita akan dibawa ke sebuah lingkungan di mana kendaraan itu akan digunakan. Di sana, secara virtual, kita bisa melihat-lihat kendaraan itu baik dari sisi luar maupun interiornya.

Yang menarik, peralatan ini bisa dikoneksikan dengan para pejabat atau desainer di kantor Designworks di negara lain, misalnya di Munich, Jerman. ”Dengan begitu, kami bisa langsung berdiskusi dengan mereka di depan sosok benda yang tengah kami kerjakan secara virtual, sangat menghemat waktu, energi, dan tentu saja biaya,” kata rekan Venegas yang mengajari kami menggunakan perangkat bernama DW Space itu.

Sudah berlangganan? Silakan Masuk

Harga Khusus Langganan Mulai dari Rp20.000

Cari tahu semua konten seputar Pemilu dan dapatkan harga Khusus mulai dari Rp20.000 per bulan
KOMPAS/DAHONO FITRIANTO
Jurnalis dan vlogger asal Indonesia, Fitra Eri, mencoba fasilitas virtual reality DW (Designworks) Space yang bisa digunakan untuk memeriksa berbagai produk rancangan rumah desain ini secara virtual.

Kami juga dibawa ke bagian material yang tengah memilih dan menguji berbagai material pelapis kursi atau interior kendaraan apa pun. Selain itu, kami juga dibawa ke sebuah bengkel tempat para insinyur Designworks memeragakan berbagai teknologi sensor yang kini lazim digunakan pada mobil-mobil premium, seperti BMW.

Misalnya sensor pada roda kemudi yang memungkinkan sistem mengetahui apakah kita menggenggam roda kemudi dengan mantap atau dalam kondisi terlena. Saat kita tekan roda stir itu agak kencang, terlihat sebuah lampu menyala. Dengan sistem ini, mobil-mobil masa kini bisa mendeteksi apakah si pengemudi dalam keadaan segar dan siaga, atau kelelahan dan butuh istirahat.

KOMPAS/DAHONO FITRIANTO
Berbagai rancangan set CPU komputer dan peripheral-nya yang dirancang oleh tim Designworks.

Ada pula sensor yang membaca gerakan mata. Saat kita melihat sensor di sebelah kiri, lampu di atas sensor itu menyala. Demikian juga saat melihat sensor di kanan, lampu di sana yang menyala. Ini juga lazim digunakan untuk mendeteksi apakah pengemudi masih segar atau sudah mengantuk melalui analisis gerakan mata.

Sayang di tempat-tempat tersebut kami semua dilarang mengambil gambar dalam bentuk apa pun karena masih berkategori rahasia perusahaan. Namun, secara umum, suasana kantor dan studio tersebut sangat rileks dan santai, para pegawai rata-rata mengenakan celana jins dan kaus oblong.

KOMPAS/DAHONO FITRIANTO
Beberapa telepon seluler Nokia yang menjadi buah karya tim Designworks dipajang di ruang lobi markas besar mereka di Newbury Park, California, AS.

Dengan BMW

Venegas memaparkan, Designworks pada awalnya didirikan oleh desainer Charles Pelly pada 1972 dengan nama DesignworksUSA. Persentuhan pertama Designworks dengan BMW terjadi pada 1986 saat rumah desain itu ikut mendesain kursi-kursi BMW Seri 8 (E31) yang kemudian menjadi mobil legendaris BMW dekade berikutnya.

Puas dengan hasil kerja Designworks, BMW membeli sebagian sahamnya pada 1991. Dua tahun kemudian, Designworks terlibat dalam perancangan bentuk eksterior sedan BMW Seri 3 yang kemudian menjadi generasi Seri 3 berkode E46.

KOMPAS/DAHONO FITRIANTO
Sketsa desain sedan BMW oleh tim Designworks yang nantinya menjadi sedan BMW Seri 3 generasi E46. Sketsa ini terpasang di dinding markas besar Designworks, anak perusahaan BMW, di Newbury Park, California, AS.

BMW akhirnya membeli seluruh saham Designworks pada 1995 dan menjadikan rumah desain itu anak perusahaan BMW AG. Pada perkembangannya, Designworks memainkan peran penting dalam mendesain SUV pertama BMW, yaitu X5 yang diluncurkan pada 1999. Rumah desain tersebut juga ikut mendesain mobil-mobil BMW X yang lain setelah itu.

Laura Robin, Direktur Studio Designworks Los Angeles, mengatakan, berbeda dengan rumah desain lain yang memiliki gaya khas tertentu dalam desainnya, Designworks tidak serta merta mengadopsi bentuk-bentuk mobil BMW dalam setiap desain yang dikerjakan bersama klien. ”Yang kami lakukan adalah duduk bersama dengan klien, mencoba menangkap apa  yang mereka butuhkan dan inginkan, kemudian kami menawarkan konsep desain kepada mereka,” ujar Robin.

KOMPAS/DAHONO FITRIANTO
Sketsa desain mobil-mobil BMW X yang dikerjakan tim Designworks, anak perusahaan BMW yang bermarkas di Newbury Park, California, AS.

Kendati demikian, tetap ada nilai-nilai BMW sebagai sebuah perusahaan yang memiliki sejarah panjang di dunia premium dan performa tinggi. ”Bagaimana kami bekerja adalah untuk mewujudkan cita rasa premium dan performa yang kami ambil dari sejarah panjang BMW sebagai merek premium,” kata Robin.

Bagaimana kami bekerja adalah untuk mewujudkan cita rasa premium dan performa yang kami ambil dari sejarah panjang BMW sebagai merek premium.

Artikel Terkait

Designworks, Kiprah BMW di Dunia Desain

  Kendati demikian, tetap ada nilai-nilai BMW sebagai sebuah perusahaan yang memiliki sejarah panjang di dunia premium dan performa tinggi. ”Bagaimana kami bekerja adalah untuk mewujudkan cita rasa premium dan performa yang kami…

Kiprah Olimpian di Dunia Kerja

Tahun 2011, dia bekerja di bagian analis data di PwC (PricewaterhouseCoopers) Singapura. ”Satu hal yang saya rasakan bekerja di perusahaan itu agak membosankan sih. Jadi, ibaratnya, tatanan kerjanya tuh rapi banget, di satu sisi bagus…

Desainer Karl Lagerfeld Meninggal Dunia

Chanel Chief Executive Alain Wertheimer mengatakan, Lagerfeld telah memberi kesan yang mendalam pada kerja legendaris Gabrielle “Coco” Chanel. Karya Lagerfeld pun telah berpengaruh besar pada sejarah Rumah Mode Chanel. “Penghargaan…