Gaya Hidup Dewi Fashion Knights Tampilkan Karya Empat Desainer

bebas akses MODE

Dewi Fashion Knights Tampilkan Karya Empat Desainer

Jakarta Fashion Week 2019 akan diselenggarakan untuk ke-13 kalinya. Dewi Fashion Knights sebagai bagian dari JFW akan menampilkan karya empat desainer.

Oleh DWI BAYU RADIUS
· 3 menit baca
KOMPAS/DWI BAYU RADIUS

Editor in Chief Dewi Magazine Margaretha Untoro (kiri) berfoto bersama para desainer yang terpilih menampilkan karyanya pada Dewi Fashion Knights, di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS — Jakarta Fashion Week 2019 akan diselenggarakan untuk ke-13 kalinya. Dewi Fashion Knights sebagai bagian dari JFW akan menampilkan karya empat desainer. Para perancang busana yang terpilih itu adalah Auguste Soesastro, Mel Ahyar, Jeffry Tan, dan Adrian Gan.

Editor in Chief Dewi Magazine Margaretha Untoro, di Jakarta, Rabu (9/10/2019), mengatakan, tema Dewi Fashion Knights (DFK) kali ini adalah ”Borderless”. Jakarta Fashion Week (JFW) direncanakan berlangsung di Senayan City, Jakarta, 19-25 Oktober 2019.

Sebagai unggulan JFW, DFK juga menjadi penutup parade mode tersebut. Tema DFK kali ini menggambarkan dunia tanpa batas atau stigma. ”Dunia melebur menjadi satu. Kita bisa melihat teknologi yang meruntuhkan berbagai batasan,” ujar Margaretha.

Demikian pula jender yang menjadi cair dan tak bisa dikotak-kotakkan. Setiap tahun, DFK menghadirkan desainer dengan eksistensi, ketangguhan, dan kemurnian karya yang menjadi cerita indah. Mereka akan menyuguhkan interpretasi borderless masing-masing.

KOMPAS/DWI BAYU RADIUS

Desainer Jeffry Tan (kanan) dan Mel Ahyar (tengah) menonton tayangan mengenai video Dewi Fashion Knights, di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Nama-nama itu sudah lama menghiasi panggung mode Tanah Air lewat karyanya yang apik. Auguste, misalnya, memiliki visi untuk memberikan kontribusi terhadap vokabuler pakaian Indonesia. Ia membawa modernisasi ke arah yang tetap relevan dengan kehidupan saat ini tanpa mengurangi nilai aslinya.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Presiden Dilantik, Dapatkan Diskon Terbaik!

Khusus 20 Oktober 2019, nikmati diskon 50% untuk berlangganan Kompas Digital Premium, buku, board game, dan kaus. Gunakan kode DILANTIK50.

”Dengan tak adanya batasan jender, usia, bahkan waktu terhadap fashion, saya bisa mengeksplorasi banyak elemen dan materi,” ucapnya. Karena itu, Auguste akan menampilkan banyak elemen pakaian olahraga. Elemen itu terinspirasi active wear dan classic sports.

KOMPAS/DWI BAYU RADIUS

Editor in Chief Dewi Magazine Margaretha Untoro (kiri) berbincang dengan desainer senior Stephanus Hamy seusai konferensi pers tentang Dewi Fashion Knights, di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Mel memilih bermain dengan sisi ketidaksempurnaan dan keunikan. Keindahan yang ia temukan diangkat untuk mengajak khalayak mencintai kepribadian masing-masing. Mel mengambil tema ”Skins” untuk koleksinya. Ia bercerita tentang media sosial dan kesehatan mental.

Mel juga membuat koleksi yang berkelanjutan dengan berusaha berkarya tanpa sampah. Pola busana dibuat sedemikian rupa sehingga, jika tersisa, ia menggunakannya untuk detail busana. Mel senang sekaligus deg-degan dan bangga dapat menampilkan busananya pada DFK tahun ini.

Sementara Jeffry ingin melebur beberapa unsur, seperti elemen laki-laki dan perempuan, struktur dan cair, atau geometris dan spiral menjadi kesatuan. ”Ada pula tenun tradisional dan material industri. Semua digabung dengan karakter saya yang maskulin dan tailored,” ujarnya.

Berdasarkan perpaduan itu, ia menghasilkan tampilan untuk perempuan urban yang modern dan dinamis. Jeffry juga melakukan eksplorasi di luar zona nyaman. Eksplorasi itu tertuang menjadi aksesori serta pola pada celana dan lengan yang belum pernah ia lakukan.