Gaya Hidup Pelindung Wajah yang Kian Trendi

MODE

Pelindung Wajah yang Kian Trendi

Selain masker, pelindung wajah kini dikreasikan menjadi barang mode. Desain modis tidak menghilangkan fungsinya sebagai bagian dari alat pelindung diri.

Oleh SEKAR GANDHAWANGI
· 4 menit baca
REUTERS/JORGE SILVA

Sejumlah model mengenakan masker pelindung wajah pada ajang Bangkok International Motor Show, 15 Juli lalu.

JAKARTA, KOMPAS — Layaknya masker, sejumlah orang melihat peluang untuk berkreasi melalui alat pelindung wajah atau face shield. Alat ini berupa material bening, seperti mika, yang menutupi area dahi hingga bawah dagu. Ada yang membuat pelindung wajah dengan pengait di kepala, tetapi ada juga yang dikaitkan dengan benda serupa rangka kacamata.

Penggunaan pelindung wajah sesuai dengan anjuran para ahli di dunia. Selain masker, pemakaian pelindung wajah sangat disarankan bagi orang yang bertemu dengan banyak orang, seperti petugas kasir dan resepsionis. Pelindung wajah menambah proteksi di wajah dari potensi penyebaran Covid-19.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 di Indonesia, Achmad Yurianto, pada pertengahan Juli mengatakan, tetesan (droplet) berukuran mikro bisa bertahan lama di udara sehingga berpotensi menyebarkan Covid-19 melalui udara. Ia menekankan bahwa pemakaian pelindung wajah harus disertai dengan masker.

Baca juga: Pelindung Wajah Bukan Pengganti Masker

Sementara itu, desainer New York Joe Doucet merancang pelindung muka yang tidak hanya menunjang aspek utilitas, tetapi juga venustas. Pelindung muka itu bisa digunakan layaknya memakai kacamata hitam.

KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 28-06-2020

Warga menggunakan masker dan pelindung wajah bersepeda di Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Minggu (28/6/2020). Pemprov DKI Jakarta mengadakan hari bebas kendaraan bermotor atau HBKB di 32 kawasan yang tersebar di Jakarta untuk menggantikan HBKB yang ditiadakan di ruas Sudirman-Thamrin untuk menghindari kerumunan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Warga bebas beraktivitas di 32 kawasan tersebut mulai pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB.

Pelindung muka rancangan Doucet melengkung seperti bentuk wajah manusia. Material yang digunakan transparan berupa polikarbonat. Bagian yang menghadap mata dibuat lebih gelap seperti kacamata hitam.

Mengutip Dezeen, Doucet merancang ini setelah memikirkan cara agar publik dapat mengadopsi kebutuhan baru yang tidak diinginkan. Kebutuhan yang dimaksud ialah alat pelindung diri (APD) guna mencegah Covid-19.

”Sampai vaksi dipastikan efektif dan dijadikan program imunisasi masal global, kita harus bisa mengintegrasikan prinsip jaga jarak dan penggunaan APD di kehidupan sehari-hari,” kata Doucet.

Doucet merancang pelindung wajah melalui program komputer untuk mendesain barang tiga dimensi. Kemampuan menggunakan program ini ia peroleh selama penutupan (lockdown). Ia menambahkan, ia sedang mencari jenama atau mitra untuk memproduksi pelindung wajah rancanganya.

Adapun Maysa Talerd, ibu tunggal di Bangkok, Thailand, juga menuangkan kreativitasnya pada pelindung wajah. Ia membuat desain beragam karakter fiksi, lalu dicetak menjadi stiker.

Stiker tersebut kemudian ditempel secara cermat di permukaan pelindung wajah transparan. Karakter yang ia desain, antara lain, Darth Vader dan Stormtroopers dari film Star Wars, Mobile Suit Gundam, hingga karakter cerita rakyat Thailand.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Aktivis dari gerakan #BersihkanIndonesia mengenakan masker dan pelindung wajah saat menggelar aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja di depan Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Talerd memulai bisnis ini untuk beberpa tujuan, yakni memperoleh pendapatan dan mendorong keamanan anak-anak dari virus korona baru. Ia pun kebanjiran pesanan.

”Orang-orang mungkin bosan dengan pelindung wajah yang transparan. Bila desainnya menyenangkan seperti ini, mereka akan terdorong untuk memakainya. Dengan karakter kartun, setidaknya anak-anak mau mengenakan ini dan menunjukannya ke teman-teman di sekolah,” kata Talerd seperti dikutip dari Reuters.

Baca juga: Tren Masker, dari Alat Pelindung Diri hingga Barang Mode

Selain pelindung wajah, masker pun diminati dan digubah menjadi barang mode (fashion item). Sejumlah pelaku usaha mode menambahkan payet pada masker, membordirnya, hingga membuat masker dengan wastra atau kain Nusantara.

Orang-orang mungkin bosan dengan pelindung wajah yang transparan. Bila desainnya menyenangkan seperti ini, mereka akan terdorong untuk memakainya. Dengan karakter kartun, setidaknya anak-anak mau mengenakan ini dan menunjukannya ke teman-teman di sekolah.

Adapun publik tertarik dengan masker keluaran produk ternama dan high-end. Menurut laporan The Lyst Index, pada triwulan I-2020, masker keluaran jenama Off-White menjadi produk busana pria yang paling banyak dicari. Masker itu berwarna hitam dengan logo berupa panah di bagian depan. Masker tersebut bukan barang baru. Off-White merilis arrow mask pada Juni 2019.

Harga satu masker adalah 95 dollar AS atau sekitar Rp 1,3 juta. Menurut laman Off-White yang diakses Selasa (7/7/2020), harganya naik menjadi 110 dollar AS (Rp 1,5 juta) dan telah habis terjual.