Gaya Hidup Gawai Tak Hafal Lirik Lagu? Gampang, Google Mendeteksi Lagu Berdasar Gumaman Melodi

kecerdasan buatan

Tak Hafal Lirik Lagu? Gampang, Google Mendeteksi Lagu Berdasar Gumaman Melodi

Penasaran akan judul lagu yang judul maupun liriknya tidak diketahui? Dengan bantuan kecerdasan buatan, cukup gumamkan melodi lagu yang ingin Anda ketahui kepada Google.

Oleh SATRIO PANGARSO WISANGGENI
· 3 menit baca
KOMPAS/SATRIO PANGARSO WISANGGENI

Laman yang menunjukkan Google Search sedang mendengarkan nyanyian ataupun gumaman pengguna sebagai cara untuk mencari lagu. Fitur ini diluncurkan pada Kamis (15/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS — Mesin pencari Google kini memungkinkan pengguna untuk mencari lagu berdasarkan gumaman nada. Kecerdasan buatan menjadi basis dari fitur terbaru ini.

Fitur mendeteksi lagu secara otomatis dengan memperdengarkan lagu tersebut ke suatu layanan mungkin sudah menjadi hal yang lumrah saat ini. Namun, fitur yang diluncurkan Google pada Kamis (15/10/2020) atau Jumat dini hari waktu Indonesia ini memungkinkan Google Search mengenali suatu lagu dari gumaman dan senandung para penggunanya.

Baca juga: Teknologi AI Semakin Dekat dengan Keseharian

Senior Product Manager Google Search Krishna Kumar mengatakan, pengguna cukup membuka versi terbaru aplikasi Google ataupun widget Google, memilih tombol mikrofon dan mengatakan ”what’s this song?” ataupun mengklik ”search for a song”. Lalu, pengguna tinggal menggumamkan nada-nada lagu tersebut selama 10–15 detik.

”Setelah Anda selesai menggumamkan melodi lagu tersebut, algoritma machine learning kami akan menampilan sejumlah lagu yang mungkin sesuai dengan yang Anda cari. Jangan khawatir, Anda tidak perlu memiliki perfect pitch untuk menggunakan fitur ini,” kata Kumar.

tangkapan layar google search di Android 10

Tampilan layar pencarian musik melalui aplikasi Google Search di Android, seperti saat dicoba pada Jumat (16/10/2020).

Kecerdasan buatan berada di balik fitur ini, kata Kumar. Prinsipnya, Google telah membuat model machine learning yang dapat mendeteksi melodi sebuah lagu, baik melalui gumaman ataupun nyanyian dengan lirik.

Baca juga: Vatikan Versus Kecerdasan Buatan Niretika

Model ini didapatkan dengan melatih sebuah algoritma dengan membandingkan sejumlah lagu yang dihasilkan dari berbagai sumber: orang menyanyi, bersiul, bergumam, dan versi rekaman studionya.

Kompas pun menguji fitur ini di ponsel dengan sistem Android versi 10, dengan mencoba menyanyikan bagian refrein dari lagu ”Pet Sematary” ciptaan band punk legendaris Ramones.

tangkapan layar google search dan apple siri di iOS 14

Tampilan layar pencarian musik melalui gumaman ataupun senandung lagu di Google Search dan Apple Siri di iOS 14, seperti saat dicoba pada Jumat (16/10/2020).

Setelah mendengarkan dua baris lirik yang tentu dinyanyikan secara sumbang, Google pun benar memberikan hasil pencarian. Pet Sematary versi Ramones muncul di posisi teratas dengan tingkat kepercayaan 81 persen; diikuti versi cover oleh Starcrawler dengan 67 persen, dan lagu berjudul ”Love Yourself” oleh Kyson Facer yang disebut 14 persen sesuai dengan sampel yang dinyanyikan.

Kompas juga mencoba secara penuh tidak menggunakan lirik dan hanya menggumamkan lagu. Baik lagu ”Whole Lotta Love” dari Led Zeppelin maupun ”Sunshine of Your Love” dari Cream berhasil terdeteksi cukup dari menyenandungkan melodi intro masing-masing lagu tersebut.

Baca juga: GPT-3, Kecerdasan Buatan Paling Menakjubkan Saat Ini

Fitur ini juga bisa dinikmati pengguna Apple iOS. Cukup membuka aplikasi Google ataupun pada widget pada ponsel, lalu klik tombol mikrofon di kanan atas dan klik tombol ”Seach a song” yang muncul kemudian. Gumaman melodi intro ”Immigrant Song” pun dapat terdeteksi.

tangkapan layar soundhound android

Tangkapan layar aplikasi Soundhound di Android, seperti saat dicoba pada Jumat (16/10/2020).

Fitur ini tentu adalah sebuah langkah signifikan dibandingkan metode pencarian berdasarkan sampel lagu yang sudah ada pada berbagai platform layanan lain, seperti asisten pintar Siri dan Apple Shazam.

Namun, Google bukanlah yang pertama memperkenalkan fitur pencarian gumaman dan senandung ini. Pada 2007, fitur yang sama telah diluncurkan oleh Midomi yang kini telah berganti nama menjadi Soundhound.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Konten premium, independen.

Anda sedang mengakses konten premium Kompas.id secara gratis.