Bebas Akses

Metropolitan Pencekik Petugas KPPS Didakwa Tiga Bulan Penjara
Pemilu 2019

Pencekik Petugas KPPS Didakwa Tiga Bulan Penjara

Oleh FRANSISKUS WISNU WARDHANA DHANY
SENTRA GAKKUMDU JAKARTA UTARA
Ivan Valentino dalam persidangan di Pengadioan Negeri Jakarta Utara, Rabu (12/6/2019). Ivan didakwa tiga bulan dan denda sebesar Rp 5.000.000 subsider dua bulan kurungan karena mencekik petugas KPPS.

JAKARTA, KOMPAS – Jaksa Penuntut Umum Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) Kejaksaan Negeri Jakarta Utara mendakwa Ivan Valentino dengan pidana penjara selama tiga bulan karena melakukan kekerasan terhadap petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Sentra Penegakan Hukum Terpadu Jakarta Utara berharap penegakan hukum pidana pemilihan umum ini memberikan efek jera serta mencegah terulangnya tindak kekerasan terhadap penyelenggara pemilu.

Ivan melakukan kekerasan tersebut saat pelaksanaan pemungutan suara di TPS 071 Karang Bolong Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Dia menyerang salah seorang anggota KPPS dan mencekiknya.

Penyidik Penegakan Hukum Terpadu dari Polres Metro Jakarta Utara pun pada Jumat (10/5) menetapkan Ivan sebagai tersangka.

“Terdakwa (Ivan Valentino) secara sah dan meyakinkan bersalah karena melakukan tindak pidana pemilu. Meminta hakim menjatuhkan pidana berupa penjara selama tiga bulan dan denda sebesar Rp 5.000.000 subsider dua bulan kurungan,” ucap Jaksa Penuntut Umum Doni Boy Faisal Panjaitan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rabu (12/06/019).

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Tengah Minggu, Kok Lesu? Ada Diskon 50% Nih!

Pakai kode TENGAHMINGGU201906, dapat diskon 50% untuk Kompas Digital Premium, board game, buku reguler, dan kaus. Hanya berlaku 19 Juni 2019.

Baca Juga: Pencekik KPPS Diancam Penjara Dua Tahun

Menurut Doni, terdakwa melanggar tindak pidana pemilu Pasal 531 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Ivan dengan sengaja melakukan tindak kekerasan yang melukai serta mengganggu ketertiban pelaksanaan pemungutan suara.

Sementara Ketua Sentra Penegakan Hukum Terpadu Badan Pengawas Pemilu Jakarta Utara Benny Sabdo mengatakan, tim Sentra Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara akan mengawasi perkara ini sampai vonis hakim.

“Menjamin kepastian hukum sekaligus menegakkan keadilan pemilu. Penegakan hukum ini penting sebagai efek jera agar di masa depan tidak ada lagi kejadian tindak kekerasan terhadap penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu,” ucap Benny.