Humaniora Wisuda Daring Penuh Makna Saat Pandemi Covid-19

KEGIATAN KAMPUS

Wisuda Daring Penuh Makna Saat Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 tak membuat kampus menghilangkan acara wisuda. Saat ini, wisuda daring menjadi pilihan bijaksana. Meski tak meriah, wisuda daring berlangsung penuh makna.

Oleh ESTER LINCE NAPITUPULU
· 7 menit baca
DOKUMENTASI UNS

Wisuda online Universitas Sebelas Maret di Solo dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2020. Wisuda daring dilaksanakan akibat pandemi covid-19 yang melarang adanya kerumuman massa.

Pandemi Covid-19 membuat mahasiswa harus menjalani kegiatan secara daring atau online dari rumah atau kos. Tak hanya kuliah, ujian, hingga sidang skripsi yang dilakoni secara online sejak Maret lalu. Salah satu momen sakral yang dinanti-nantikan mahasiswa sebagai puncak perjuangan kuliah sekitar tiga hingga -empat tahun pun terpaksa dilakoni di dunia maya yakni wisuda online.

Tak afdol rasanya jika momen wisuda yang dirayakan dalam suasana meriah di kampus, yang dihadiri keluarga dan sahabat-sahabat tercinta, terlewatkan. Salah satu kenangan manis dalam hidup di masa muda pun, sayang jika ditiadakan. Akhirnya, keputusan ikut wisuda online yang digelar sejumlah kampus pun diambil, agar mahasiswa sah merasakan kelulusan tanpa kehilangan momen wisuda yang sakral.

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, pada Sabtu (02/05/2020), Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah, melaksanakan wisuda daring periode II Tahun 2020 yang dimulai pukul 09.00. Di auditorium wisuda, hadir secara langsung Rektor UNS Jamal Wiwoho beserta sejumlah dosen. Mereka memakai jubah hitam dengan mulut tertutup masker.Prosesi wisuda yang sakral tetap hadir di layar kaca. Orasi wisuda juga tetap ada dengan menghadirkan Panglima TNI Marsekal TNI Dr (HC) Hadi Tjahjanto.

Sebanyak 259 wisudawan jenjang diploma hingga doktor memakai jubah hitam, toga, dan selempang tampil di layar denagn aplikasi webmax bersama pendamping yang terlihat separuh badan. Wisuda online dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan posisi berdiri. Kegiatan mengheningkan cipta juga tak ketinggalan dilakukan.

Menggantikan rektor yang memindahkan kucir wisudawan, pendamping wisudawan di layar kaca, yakni orang tua, saudara, hingga teman. Pemindahsn kuncir tiga wisudawan dilaksanakan secara serentak dari kediaman masing-masing. Di rangkaian wisuda daring sekitar 1,5 jam tersebut, disebut nama-nama wisudawan berprestasi, hingga memanggil satu per satu nama wisudawan lengkap dengan foto berpakaian resmi di layar.

DOKUEMNTASI UNS

Suasana wisuda online periode 2 Tahun 2020 bagi wisudawsn Universitas Sebelas Maret di Solo pada 2 Mei 2020. Acara diisi dengan orasi wisuda dari Panglima TNI.

Ucapan selamat mengalir di layar, dari orang tua, keluarga, hingga teman-teman. Ada yang menyampaikan dengan nada bahagia, namun ada pula dengan nada sedih,” Selamat buat kaka yang diwisuda. Yang wisuda kalian, aku terharu karena wisudanya daring,” ucap mahasiswa ditutup emoticon tangisan deras. Lalu ada yang menambahkan, “Semoga aku wisudanya tidak daring.”

Setelah wisuda online dinyatakan bubar, di chat muncul tulisan,” Aku mau cari orangtuaku dulu. Ke mana ya, orangtuaku”. Juga terselip chat berisi tawaran jasa untuk mengedit foto wisudawan di depan rektorat. Wisuda daring ini membuat mahasiswa yang sudah pulang kampung tak punya foto kenangan di area kampus.

Sedih dan Lega

Wisuda periode II UNS secara langsung sebenarnya dijadwalkan 25 April. Para mahasiswa yang sudah lulus sidang skripsi merasa deg-degan dengan situasi pandemi Covid-19 karena belum jelasnya kepastian wisuda.

Bagas Audi Ginting, sarjana hukum UNS yang ikut wisuda daring, terpaksa mengikuti acara wisuda daring di kosan temannya. Dia tak bisa pulang ke Medan karena tanpa diduga, penerbangan dihentikan.

“Aku pakai alamat kos di Solo untuk pengiriam keperluan wisuda online ketika akhirnya diputuskan untuk wisuda daring. Sampai H-3 selempang cumlaude aku belum dikirim. Untung aja aku masih di Solo, jadi sempat ambil ke kampus. Tapi jadi tidak bisa pulang ke Medan,” cerita Bagas.

Bagas pun memilih untuk mengungsi ke kos sahabatnya. Selain dipilih sebagai pendamping yang akan memindahkan kuncir di toga Bagas, alasannya karena wifi di kosan sahabatnya ini lebih lancar.

“Sedih, gak bisa wisuda dilihat orangtua. Tapi aku merasa terhibur, mereka bilang bangga sama aku. Akhirnya, aku berlapang dada saja bisa sukses dengan wisuda daring. Ujian skripsi kemarin juga daring,” kata Bagas yang bertekad untuk merasakan momen wisuda langsung dengan rencana kuliah S2 lagi.

DOKUMENTASI PRIBADI

Bagas Audi Ginting (kedua dari kanan) berfoto bersama teman-temannya usai mengikuti wisuda online Universitas Sebelas Maret pada 2 Mei 2020. Bagas tidak bisa pulang ke Medan sehingga terpaksa menjalani wisuda daring di kosan di Solo.

Bagas berencana saat pulang nanti membawa pakaian wisuda supaya bisa membuat foto kenangan bersama orangtuanya. Keberadaannya di Solo juga bakal dimanfaatkan membuat foto berpakaian wisudahan di depan rektorat bersama sejumlah teman yang ada di Solo.

Sementara itu, Atika Sri Raharjani, sarjana kedokteran yang ikut wisuda daring di rumahnya bersama keluarga di Solo, awalnya sempat mencoba berpikir positif bahwa wisuda tetap bisa normal. Akhirnya dia pasrah saja ketika dipuruskan secara daring.

“Gimana ya, kuliah 3,5 tahun, lha kok wisudanya daring. Sedih sih. Tapi bersyukur juga masih ada wisuda daring di tengah situasi pandemi gini. Kampus lain kan ada yang batal,” ujar Atika yang terpilih menyampaikan sambutan wisudawan. Beberapa hari sebelum wisuda daring. Atika datang ke kampus untuk rekaman video.

Untuk menghibur diri, Atika pun mampir ke studi foto dekat rumahnya. Ia membuat foto dengan pakaian wisudanya.

Atika bersama teman-teman angkatannya di Fakultas Kedokteran yang ikut wisuda daring mengobati kesedihan dengan janji membuat video tiktok model pass the brush challange, namun diganti dengan berganti pakaian wisuda. “Eh, enggak tahunya ada yang me-repost. Lumayan viral tuh,” ujar Atika bahagia.

DOKUMENTASI UNS

Sambutan dari wisudawan disampaikan juga di acara wisuda daring Universitas Sebelas Maret pada 2 Mei 2020.

Ternyata wisuda online di kampung halaman bisa membuat “heboh” keluarga.Tsania  Ulil Abab, sarjana manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang mengikuti wisuda daring di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, merasakan semaagt keluarganya yang ingin memeriahkan acara istimewa ini. Apalagi Tsania terpilih membacakan janji alumni yang videonya direkam di kampus UNS.

Sang ayah pun meminjam proyektor supaya keluarga besarnya bisa leluasa menikmati di layar televisi yang dimirroring dari live youte.“Karena di desa, di rumah sampai pasang wifi beberapa hari sebelum wisuda daring. Soalnya di sini susah sinyal. Keluarga enggak mau momen wisuda daring terganggu,” ujar Tsania yang namanya disebut khusus sebagai wisudawan termuda untuk program sarjana. Dia berusia 20 tahun enam bulan saat diwisuda.

Meskipun hatinya sedih tak bisa merasakan keriuhan wisuda secara langsung bersama teman-teman, Tsania menguatkan hati. Kesempatan bisa terkoneksi secara beramai-ramai membuat momen wisuda jadi ajang untuk ngobrol dan lepas kangen dengan teman-teman.

“Selama wisuda, enggak lepas nih hp dari tangan, chat sama teman, Kangen juga lama enggak ketemu. Udah gitu, saling minta tolong supaya untuk bisa motoin pas nama kami disebut, biar fotonya bagus,” kata Tsania tertawa.

DOKUMENTASI PRIBADI

Salah seorang wisudawan online Universitas Sebelas Maret, Tsania  Ulil Abab, tertawa bahagia saat sang ayah memindahkan kuncir di toganya. Pendamping wisudawan menjadi pengganti rektor untuk mewisuda secara online.

Lulus Online

Tak hanya wisuda yang terpaksa daring. Anak-anak SMA pun menjalani perayaan kelulusan secara daring. Ada sekolah yang menggelar acara perpisahan atau graduation daring, ada yang kemudian membatalkan.

Raffi Ramadhan, lulusan SMAN 1 Jakarta, mendapatkan pengumuman kelulusan lewat web sekolah. Tidak ada acara kumpul di sekolah karena sudah lama kegiatan sekolah berlangsung di rumah akibat pandemi Covid-19.

“Udah ada kepanitiaan perpisahan, biasanya di hotel. Tapi batal deh. Tinggal tunggu buku tahunan aja untuk jadi kenangan,” ujar Raffi.

Sementara itu, Mario Nathaniel Liandar, lulusan SMA Kanisius Jakarta , bersyukur sekolahnya melaksanakan graduation day secara daring. Acara yang dimulai dengan misa syukur dan pengumuman siswa berprestasi hingga nama siswa yang lulus berlangsung sekitar empat jam.

“Udah bosan liat acaranya karena panjang banget, kami malah asyik chat sama teman-teman sekelas. Melepas kangen karena lama enggak ketemu. Seru juga sambil ngobrolin para guru yang asyik,” ujar Mario.

Kesedihan mengalami kelulusan SMA yang sepi dari kemeriahan tak berlama-lama disimpan Rafi dan Mario. Fokus mereka pun beralih untuk lebih menyiapkan diri berburu perguruan tinggi yang diimpikan.

Meskipun menjalani wisuda dan kelulusan online, mereka yang berjuang di bangkubkuliah dan SMA akhirnya merasa lega. Sah sudah perjuangan panjang menuntaskan studi.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Baca Berita Korona Terkini di Kompas.id, GRATIS

Harian Kompas berikan BEBAS AKSES untuk seluruh artikel di Kompas.id terkait virus korona.
Editor -
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 20 Mei 2020 di halaman 0 dengan judul "Wisuda Daring Penuh Makna" . Baca ePaper Kompas