Bebas Akses

Humaniora Jumlah Jemaah Haji Meningkat, Pelayanan Kesehatan Diperkuat
PENYELENGGARAAN Ibadah HAJI

Jumlah Jemaah Haji Meningkat, Pelayanan Kesehatan Diperkuat

Oleh DEONISIA ARLINTA
ANTARA FOTO/ASEP FATULRAHMAN
Calon jemaah haji antre menjalani pemeriksaan kesehatan di Aula Dinas Kesehatan Kota Serang, di Serang, Banten, Sabtu (9/2/2019). Sebanyak 831 calon jemaah haji yang akan berangkat tahun ini, menjalani cek kesehatan sebagai tahap awal persiapan haji 2019.

JAKARTA, KOMPAS – Kuota jemaah haji pada 2019 meningkat sebanyak 10.000 jemaah menjadi 231.000 Jemaah, sehingga memberikan tantangan yang lebih besar dalam pelayanan. Untuk itu, Kementerian Kesehatan memperkuat layanan, terutama layanan kesehatan, dengan meningkatkan intervensi dan pengendalian faktor risiko kesehatan pada jemaah.

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (12/6/2019) mengatakan, tantangan pelayanan kesehatan haji setiap tahun terus berubah dan bertambah seiring pengingkatan jumlah jemaah haji. Semakin banyak jumlah jemaah dapat menimbulkan risiko yang lebih tinggi.

Hal ini bisa dipengaruhi oleh beragamnya latar belakang pendidikan, etnis dan sosial budaya, serta kondisi fisik Jemaah. Perjalanan haji yang lama di pesawat juga akan mempengaruhi kondisi kesehatan jemaah.

“Bagi seseorang yang tidak biasa dalam perjalanan panjang dapat mengalami gangguan kesehatan ataupun memperberat kondisi penyakit sebelumnya,” kata Nila.

Untuk itu, lanjut Nila, intervensi pelayanan dan pengendalian faktor risiko kesehatan dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan tentang pengaruh kondisi penerbangan terhadap kesehataan jemah haji. Selama penerbangan kondisi lingkungan udara dapat berbeda dengan kondisi lingkungan daratan.

“Bertambahnya ketinggian dan berkurangnya kadar oksigen dan dapat menyebabkan sakit atau rasa tidak nyaman pada tubuh jemaah selama perjalanan seperti gangguan pernapasan, Deep Vein Thrombosis, dehidrasi, jet lag, dan mabuk udara,” kata Nila.

MEDIA CENTER HAJI
8 Inovasi Peyelenggaraan Ibadah Haji 2019

Kementerian Kesehatan mencatat, pada 2018 sebanyak 2.366 jemaah haji sakit saat tiba di Arab Saudi dan beberapa di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi. Hal serupa terjadi pada masa pemulangan. Faktor kondisi lingkungan di pesawat menjadi pertimbangan pemulangan jemaah haji sakit. Pada 2018, sebanyak 54 jemaah haji masih harus tinggal di Rumah Sakit Arab Saudi pascaoperasi karena kondisi kesehatan yang belum laik terbang.

Kementerian Kesehatan mencatat, pada 2018 sebanyak 2.366 jemaah haji sakit saat tiba di Arab Saudi dan beberapa di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi. Hal serupa terjadi pada masa pemulangan.

Nila berharap pelayanan kesehatan penerbangan haji tahun ini dapat berjalan lebih baik. Para petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, baik sebelum keberangkatan, selama penerbangan, saat di Arab, maupun setelah kembali ke Tanah Air.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Tengah Minggu, Kok Lesu? Ada Diskon 50% Nih!

Pakai kode TENGAHMINGGU201906, dapat diskon 50% untuk Kompas Digital Premium, board game, buku reguler, dan kaus. Hanya berlaku 19 Juni 2019.

Baca juga: Pekanbaru Resmi Menjadi Embarkasi Antara 

Saat ini jumlah TKHI sebanyak 1.521 orang dan 306 Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan. Dengan adanya rencana penambahan 10 ribu kuota haji maka dibutuhkan penambahan tim kesehatam.

Para tenaga kesehatan ini bertugas menyosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan dalam bentuk promotif dan preventif kepada jemaah di tingkat kabupaten/kota pada tahap awal dan selama masa tunggu. Diharapkan juga, jemaah mendapatkan konseling kesehatan untuk mengendalikan faktor risiko kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan di Tanah Air maupun di tanah suci.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Seorang calon jemaah haji Kelompok Terbang (kloter) 1 Embarkasi Surabaya dilayani dengan menggunkan kursi roda menuju pesawat untuk bertolak ke Tanah Suci di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Selasa (17/7/2018).

Sebelumnya, pemerintah menetapkan tidak ada kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji pada 2019. Meski ongkos haji tetap, pemerintah menjanjikan pelayanan bagi warga yang menjalankan ibadah haji yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2019 ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2019 yang ditandatangani Presiden Jokowi hari Kamis (14/3/2019). ”Hari ini sudah ditandatangani oleh Pak Presiden keppres tentang penetapan biaya haji tahun 2019. Insya Allah besok (Jumat) sudah kami umumkan,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Baca juga: Meski Ongkos Haji Tetap, Pemerintah Janji Pelayanan Meningkat 

Sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah dan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, BPIH tahun 2019 rata-rata sebesar Rp 35,23 juta, sama dengan BPIH tahun 2018. BPIH merupakan biaya yang dibebankan kepada jemaah haji untuk membayar biaya penerbangan, sebagian penginapan, dan biaya hidup jemaah selama berada di Tanah Suci.

Artikel Terkait

Jumlah Jemaah Haji Meningkat, Pelayanan Kesehatan Diperkuat

Sebelumnya, pemerintah menetapkan tidak ada kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji pada 2019. Meski ongkos haji tetap, pemerintah menjanjikan pelayanan bagi warga yang menjalankan ibadah haji yang lebih baik dari tahun…

Berharap Jatah Haji Mencapai 250.000

Lawatan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi atas undangan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud telah memperpendek daftar tunggu calon jemaah haji Indonesia. Dalam pertemuan di Istana Al-Qasr Al-Khas di Riyadh, Minggu (14/4/2019), Raja Salman…

Ikan Patin dari Jatim Tembus Pasar Timteng

Jawa Timur, khususnya Tulungagung, kini menjadi salah satu sentra primadona produksi patin berkelas global yang mampu menembus pasar ekspor.   SIDOARJO, KOMPAS Provinsi Jawa Timur berpotensi besar menjadi sentra produksi patin…