Humaniora Transmisi Lokal Covid-19 di Kota Kupang Patut diwaspadai

PANDEMI KORONA

Transmisi Lokal Covid-19 di Kota Kupang Patut diwaspadai

Transmisi lokal penyebaran Covid-19 di Kota Kupang terus terjadi. Jumlah 20 kasus positif di Kota Kupang, 10 diantaranya merupakan hasil penyebaran transmisi lokal

Oleh KORNELIS KEWA AMA
· 5 menit baca
KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA

Antrean tiket di ASDP Kupang pertengahan Januari 2020, sebelum pandemi Covid-19. Kini, menjelang Idul Fitri 1441 H, ASDP Kupang dan pesawat tidak beroperasi. Warga Kota Kupang dilarang mudik.

KUPANG, KOMPAS - Transmisi lokal penyebaran Covid-19 di Kota Kupang terus terjadi. Jumlah 20 kasus positif di Kota Kupang, 10 diantaranya merupakan hasil penyebaran transmisi lokal. Sementara penyebaran Covid-19 di sembilan kabupaten lain setelah para pasien melakukan perjalanan di daerah terpapar Covid-19. Warga harus tetap diingatkan untuk mengikuti protap kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur Dominikus Minggus Mere kepada wartawan di Kupang, Jumat (22/5) mengatakan, dari 48 sampel specimen yang diperiksa terakhir, tiga diantaranya positif. Jumlah ini, dua dari Kota Kupang, merupakan hasil transmisi lokal dengan pasien positif Covid-19 yang telah meninggal dunia, 11 Mei 2020.

Tiga kasus baru ini, dua dari Kota Kupang dan satu dari Timor Tengah Selatan. Dua pasien  di Kota Kupang memiliki hubungan keluarga atau kedekatan dengan pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia Pada  11 Mei lalu (Domi Mere)

Tambahan tiga kasus baru,  menjadi 82 orang. Jumlah ini, Sikka sebanyak 27 kasus, Kota Kupang 20 kasus, Manggarai Barat 14 kasus, Ende tujuh kasus, Sumba Timur enam kasus, Timor Tengah Selatan tiga kasus, Rote Ndao dua kasus. Nagekeo, Manggarai, dan Flores Timur masing-masing satu kasus.

“Tiga kasus baru ini, dua dari Kota Kupang dan satu dari Timor Tengah Selatan. Dua pasien  di Kota Kupang memiliki hubungan keluarga atau kedekatan dengan pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia Pada  11 Mei lalu. Jumlah orang tanpa gejala, termasuk mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien positif yang telah meninggal dan turunannya sebanyak 712 orang,”kata Domi Mere.

KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA

Kadis Kesehatan NTT Dominikus Minggus Mere.

Pasien positif Covid-19 meninggal dunia satu, sembuh enam. Pasien dalam pengawasan yang meninggal dunia empat orang, dan orang dalam pemantauan meninggal dunia sebanyak delapan orang.

Jumlah 82 kasus itu, 20 diantaranya anak-anak (0-18 tahun). Sebagian besar merupakan kluster Magetan dan Sekolah Tinggi Theologia Sangkakala Jakarta Barat. Pasien perempuan 30 orang, dan laki-laki sebanyak 52 orang.

Baca juga : Program Kuat yang Menguatkan Mahasiswa di Papua

Ia mengatakan, anak-anak pun rentan terserang Covid-19 karena daya imunitas mereka belum mampu melawan virus. Selain itu anak remaja, kebanyakan mengabaikan protap kesehatan yang ada karena itu mereka perlu pengawasan atau pendampingan orangtua.

Sampel specimen Covid-19 yang sedang antre diperiksa sebanyak 100 sampel, sementara masih ratusan sampel akan dikirim dari daerah. Sampel dari daerah kabupaten akan dijemput dengan pesawat atau kapal cepat.

Penyebaran Covid-19 di Kota Kupang patut diwaspadai karena telah terjadi transmisi lokal yang cukup mengkhawatirkan. Setidaknya empat kelurahan yang sangat rentan menyebarkan Covid-19, yakni Nunleu, Tuak Daun Merah, Oesapa, dan Kelurahan Kuanino. Di wilayah ini jumlah orang tanpa gejala mencapai ratusan orang.

Ia mengingatkan warga Kota Kupang agar tetap mengikuti protap pencegahan Covid-19 yang disampaikan pemerintah, yakni menggunakan masker saat bepergian keluar rumah, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan selalu mencuci tangan. Terhindarnya warga dari Covid-19 ditentukan kedisiplinan diri warga sendiri.

Imbauan, ajakan, dan sosialiasi pemerintah selama tiga bulan terakhir terkait cara mencegah Covid-19, sudah cukup dipahami masyarakat. Sekarang tinggal masyarakat mau mengikuti imbauan itu atau tidak. Sikap anggap remeh, masa bodoh, dan mengabaikan kesehatan diri, ini sangat berbahaya bagi masyarakat Kota Kupang.

Baca juga : Dinilai Tidak Efektif, PSBB di Palangkaraya Tidak Diperpanjang

Pantauan di Kota Kupang, aktivitas masyarakat berlangsung normal. Sebagian besar pusat perbelanjaan dibuka seperti biasa. Warga mengenakan masker tetapi masih ada warga tidak mengenakan masker, atau mengenakan pun tidak dipakai secara benar dalam mengunjungi pusat perbelanjaan itu.

Warga membludak di Kantor Pos untuk menganter bantuan langsung tunai dari pemerintah. Mereka mengenakan masker tetapi tidak menjaga jarak karena saling berdesakan untuk mendapatkan nomor undian antrean lebih awal.

KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA

Aktivitas warga mulai normal termasuk pusat perbelanjaan di kota Kupang mulai beroperasi seperti biasa.

Anggota DPRD NTT Emanuel Kolfidus mengkhawatirkan kondisi Kota Kupang saat ini. Kantor pemerintah beroperasi seperti biasa, meski menggunakan system shift, pusat-pusat perbelanjaan dibuka seperti biasa, orang berkerumun bebas di jalan-jalan tanpa tujuan, dan warga sendiri tidak pernah menjaga jarak satu sama lain.

“Covid-19 ini bekerja perlahan, ada masa inkubasinya. Protap kesehatan pemerintah menyebutkan 14 – 28 hari masa inkubasi tetapi fakta di lapangan lebih dari satu bulan seperti dialami peserta Ijtimah Haji di Gowa, Sulawesi Selatan. Mereka balik ke NTT 22-25 Maret,  tetapi beberapa di antara mereka baru ketahuan terpapar Covid-19 pertengahan bulan Mei,”kata Kolfidus.

Baca juga : Songsong Kehidupan Normal Baru, Bali Berupaya Menekan Penambahan Kasus Baru

Ia meminta Pemda terus mengingatkan warga agar mengenakan masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan. Setiap lampu merah, pusat perbelanjaan, dan pusat keramaian dipasang video, papan reklame, atau suara imbauan untuk mengingatkan masyarakat.

Bila perlu di tempat-tempat itu dipajang video pasien-pasien Covid-19 yang sedang berjuang dengan maut mempertahankan hidup, termasuk para dokter dan perawat yang berjuang dengan dedikasi tinggi menyelamatkan nyawa para pasien. Ini mungkin cara efektif untuk terus mengingatkan warga sampai benar-benar mengenakan masker, jaga jarak, dan kebiasaan mencuci tangan sebagai budaya baru.

KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA

Anggota DPRD Provinsi NTT Emanuel Kolfidus

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Baca Berita Korona Terkini di Kompas.id, GRATIS

Harian Kompas berikan BEBAS AKSES untuk seluruh artikel di Kompas.id terkait virus korona.