Nusantara Sembuh dari Covid-19, Bupati Pemalang Diminta Tetap Isolasi Mandiri di Rumah

COVID-19

Sembuh dari Covid-19, Bupati Pemalang Diminta Tetap Isolasi Mandiri di Rumah

Bupati Pemalang Junaedi dan dua pejabat teras lainnya dinyatakan sembuh dari Covid-19. Mereka boleh pulang dari rumah sakit pada Sabtu (1/8/2020), tetapi harus menjalani isolasi mandiri di rumah hingga 14 hari ke depan.

Oleh KRISTI UTAMI
· 4 menit baca
KOMPAS/KRISTI UTAMI

Tangkapan layar video konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2020).

PEMALANG, KOMPAS — Bupati Pemalang Junaedi dan dua pejabat teras lainnya dinyatakan sembuh dari Covid-19. Ketiganya diizinkan pulang dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Ashari Pemalang, Sabtu (1/8/2020). Namun, mereka diminta tetap melanjutkan isolasi mandiri di rumah masing-masing hingga 14 hari ke depan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan usap pada Selasa (28/7/2020), ketiganya dinyatakan negatif Covid-19. Selain Junaedi, ada juga Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang M Arifin dan Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Pemalang Bejo Suwarno.

”Selama dirawat, kondisi klinis ketiganya stabil. Mulai hari ini sudah boleh pulang untuk melanjutkan isolasi mandiri di rumah,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang Tutuko Raharjo saat dihubungi pada Sabtu (8/1/2020).

Baca juga: Kluster Pejabat di Pemalang Meluas, Pelacakan Diintensifkan

KOMPAS/KRISTI UTAMI

Tangkapan layar video Bupati Pemalang Junaedi yang diunggah akun Instagram resmi Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Akan tetapi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pemalang Wahyu Sukarno Adiprayitno dan istri bupati Pemalang Irna Setiawati yang terdiagnosis Covid-19 belum bisa pulang. Mereka masih harus menjalani perawatan di RSUD dr Ashari Pemalang.

Selain pejabat daerah, di Pemalang juga muncul kluster anggota DPRD. Empat anggota DPRD Kabupaten Pemalang positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, tiga orang masih menjalani isolasi. Sementara seorang anggota DPRD, Ujianto Mugo Raharjo, meninggal pada Kamis (30/7/2020).

Baca juga: Tiga Pejabat Pemkab Pemalang, Termasuk Bupati, Positif Covid-19

KOMPAS/KRISTI UTAMI

Suasana di pintu masuk kompleks Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Tutuko menambahkan, pelacakan kontak dan pengetesan baik tes usap dan tes cepat akan terus dilakukan untuk melokalisasi penularan Covid-19. Hingga Jumat (31/7/2020), sedikitnya 3.500 orang sudah dites cepat dan 1.001 orang lainnya menjalani tes usap.

Untuk mempercepat dan memperluas pengetesan, Pemkab Pemalang mengajukan permintaan bantuan mobil laboratorium reaksi berantai polimerase (PCR) keliling ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun, hingga Sabtu, bantuan tersebut belum datang.

Padahal, hingga Sabtu malam, ada 94 kasus positif Covid-19 di Pemalang. Dari jumlah tersebut, 38 orang masih dirawat, 51 orang sembuh, dan 5 orang meninggal.

Baca juga: Kluster Baru Bermunculan

KOMPAS/KRISTI UTAMI

Pengunjung di Pacific Mall Tegal, Kota Tegal, mengikuti tes cepat acak Selasa (19/5/2020). Sebanyak 17 orang yang mengikuti tes acak menunjukkan hasil nonrekatif.

Pelajar

Sementara itu, penambahan kasus positif Covid-19 terus terjadi di Kabupaten Tegal. Pada Jumat malam, misalnya, ada penambahan dua kasus positif baru. Seorang di antaranya adalah ZNK (8), pelajar SD asal Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah. Dia diduga terpapar Covid-19 dari kakeknya, B (66). B adalah pelaku perjalanan dari Jakarta.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Joko Wantoro mengatakan, sebelum dinyatakan positif Covid-19, ZNK sempat masuk sekolah selama tiga hari mulai Senin-Rabu (20-22/7/2020).

Berdasarkan penelusuran tim gugus tugas, ada 29 orang yang sempat berkontak erat dengan ZNK, termasuk guru, teman sekolah, dan teman mengajinya di Taman Pendidikan Al Quran. Mereka semua dites cepat dan tes usap untuk mendeteksi potensi penularan.

KOMPAS/KRISTI DWI UTAMI

Siswa sedang menyimak materi yang disampaikan guru di SMP Negeri 1 Pangkah, Kabupaten Tegal, pada hari pertama uji coba normal baru di sekolah, Senin (15/6/2020). Selama masa uji coba normal baru, siswa tidak diperkenankan pergi ke sekolah dengan naik transportasi umum.

”Kasus ini harus menjadi perhatian bagi kami semua. Kalau memang kontaknya cukup banyak dan menular ke banyak anak, ini akan menjadi ledakan kasus,” ujar Joko.

Hingga saat ini, ZNK diisolasi mandiri di rumahnya. Sebab, kondisi klinis ZNK dinilai stabil. Menurut Joko, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

KOMPAS/KRISTI DWI UTAMI

Siswa baru atau siswa kelas X menyimak pemaparan guru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Aula SMA Negeri 1 Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (13/7/2020). Setelah mendapatkan penjelasan terkait sistem pembelajaran jarak jauh, para siswa baru akan mulai belajar dari rumah menggunakan aplikasi khusus dari sekolah.

Joko menyarankan, pelajar yang tinggal serumah dengan pelaku perjalanan dari zona merah diminta belajar daring dan tidak memaksakan diri ke sekolah. Selain itu, orangtua siswa yang khawatir anaknya terpapar Covid-19 sebaiknya diberi kebebasan agar anaknya tidak ikut kegiatan belajar tatap muka di sekolah. Hal itu penting guna menekan risiko meluasnya penyebaran Covid-19.

Hingga Jumat, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Tegal sebanyak 53 kasus. Dari jumlah tersebut, 38 orang sembuh, 9 orang dirawat, dan 6 meninggal.

KOMPAS/KRISTI DWI UTAMI

Suasana kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Pangkah, Kabupaten Tegal, pada hari pertama uji coba normal baru di sekolah, Senin (15/6/2020). Guru menyampaikan materi terkait pencegahan Covid-19, perilaku hidup bersih sehat, dan memotivasi siswa untuk tetap semangat menjalani kegiatan belajar mengajar baik secara tatap muka maupun secara daring.