Politik & Hukum Istana Istana Yakin Protokol Kesehatan Cukup Ketat meski Tamu Presiden Ternyata Positif

PENANGANAN COVID-19

Istana Istana Yakin Protokol Kesehatan Cukup Ketat meski Tamu Presiden Ternyata Positif

Meskipun dua tamu Presiden Jokowi positif Covid-19, Istana meyakini protokol kesehatan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, dan Istana Bogor, sudah cukup ketat. Meski demikian,Istana akan tingkatkan kembali.

Oleh Nina Susilo
· 4 menit baca
BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin kirab mengantarkan Isdianto yang akan dilantik di Istana Negara, Senin (27/7/2020). Prosesi dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

JAKARTA,  KOMPAS - Sekretariat Presiden, Kementerian Sekretariat Negara meyakini protokol kesehatan yang diterapkan selama ini di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, dan Istana Bogor, Jawa Barat, terhadap tamu-tamu Presiden Joko Widodo  telah dilaksanakan dengan cukup ketat dan optimal.

Meskipun belakangan tercatat Gubernur Kepulauan Riau Isdianto dan Wakil Wali Kota  Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo terkonfirmasi positif Covid-19 setelah bertemu  Presiden Jokowi,  Setpres akan meningkatkan lagi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di lingkungan Istana.

Baca Juga: Istana Kembali Batasi Tamu Presiden

Kepala Setpres, Kemensetneg   Heru Budi Hartono saat dihubungi Sabtu (1/8/2020) malam, menyatakan, peningkatan protocol kesehatan tersebut di antaranya dengan memasang kaca akrilik di hadapan Presiden Jokowi saat menerima tamu-tamunya dan mengusahakan membuka semua jendela di Istana Kepresidenan Jakarta dan Istana Bogor.

“Ruangannya juga kita sinari turbo ultraviolet pada pukul 06.00 agar virus-virus Covid-19 mati selain kita hidupkan sinar ultraviolet selama 24 jam untuk tetap mencegah masuknya virus korona”

Sebelumnya, selain menerapkan rapid test dan tes usap, ruangan Istana Kepresidenan Jakarta dan Istana Bogor, telah disiinfektan. “Ruangannya juga kita sinari turbo ultraviolet pada pukul 06.00 agar virus-virus Covid-19 mati selain kita hidupkan sinar ultraviolet selama 24 jam untuk tetap mencegah masuknya virus korona,” ujar Heru.

Peningkatan protocol kesehatan, tambah Heru, di antaranya kini akan memasang kaca akrilik di depan Presiden dan mengusahakan membuka semua jendela di Istana. “Selama ini, selain tes rutin rapid dan swab terhadap presiden setiap tengah dan akhir pecan, Presiden Jokowi juga jaga jarak dan selalu pakai masker serta pencuci tangan. Bahkan, selama sebulan, perangkat Presiden seperti juru masak, juru saji dan keamanan tidak boleh pulang untuk menghindari penularan korona,” jelas Heru.

Hal senada juga diungkapkan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Setpres, Bey Machmudin. "Presiden sudah ada pemeriksaan berkala selain jaga jarak dan pakai masker. Jadi (jadwal) menyesuaikan dengan pemeriksaan berkala, tidak karena adanya kasus tertentu seperti Gubernur Kepri dan Wakil Wali Kota Surakarta," tutur Bey.

Sejauh ini, tak lama setelah dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Seniun (27/7/2020) lalu, Gubernur Kepri Isdianto dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Saat itu, pelantikan Gubernur Kepri dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat tes usap dan rapid test terhadap Isidianto dna keluar serta stafnya. Isdianto dilantik dengan prosesi penyerahan surat kepercayaan dari Presiden Jokowi di Istana Merdeka, kirab, dan pelantikan di Istana Negara.

Meski demikian, tambah Bey, selama prosesi pelantikan Gubernur Kepri berlangsung, pihak Sekretariat Presiden juga meminimalkan kontak langsung antara Presiden Jokowi dan Gubernur Kepri.

"Bapak Presiden tidak langsung menyerahkan Keppres (Keputusan Presiden) tetapi sudah disiapkan di satu meja, tidak jauh dari berdirinya Gubernur Kepulauan Riau, dan Gubernur Kepulauan Riau mengambil sendiri berkas itu," tambah Bey.

"Bapak Presiden tidak langsung menyerahkan Keppres (Keputusan Presiden) tetapi sudah disiapkan di satu meja, tidak jauh dari berdirinya Gubernur Kepulauan Riau, dan Gubernur Kepulauan Riau mengambil sendiri berkas itu"

Saat kirab, selain  Presiden, juga Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Isdianto, dan empat personil pasukan upacara dari Istana Merdeka ke Istana Negara. Presiden Jokowi juga disebutkan hanya menangkupkan kedua tangannya di depan dada saat memberikan ucapan selamat kepada Gubernur Isdianto. Istana juga tak lagi menggelar acara ramah tamah dan menyediakan makanan di acara resmi ini untuk meminimalkan risiko ketidakpatuhan pada protokol kesehatan.

Baca Juga: Telekonferensi, Istana Cegah Korona

"Jadi kunci banteng terakhir adalah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, selain rapid tes dan tes usap, " tambah Bey.

Dalam catatan Kompas, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo sebelumnya juga dinyatakan positif Covid-19 sehari setelah diterima Presiden Jokowi di istana Bogor.

    Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Konten premium, independen.

Anda sedang mengakses konten premium Kompas.id secara gratis.