Riset Linimasa Hari Kasih Sayang Sepanjang Masa

HARI KASIH SAYANG

Hari Kasih Sayang Sepanjang Masa

Walau dapat ditunjukkan setiap hari, Hari Valentine tetap menjadi momen spesial sejak abad ke-18 untuk menyampaikan perwujudan kasih sayang untuk orang yang dikasihi. Donasi juga menjadi salah satu bentuk kasih sayang.

Oleh DEBORA LAKSMI INDRASWARI
· 6 menit baca
KOMPAS/Lasti Kurnia

Rangkaian bunga dan boneka dengan tema Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) mulai ramai dijual di kawasan Rawa Belong, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Tak hanya menanti pembeli perseorangan, sejumlah kios juga menerima pesanan dari sejumlah hotel dan penyelenggara acara yang memesan paket bunga tangan hingga rangkaian bunga mulai harga Rp 180.000 hingga Rp 750.000 per paket.

Ada beragam cerita tentang asal mula perayaan Hari Valentine mulai dari masa Roma Kuno hingga sekarang. Ada yang menganggap perayaan ini berasal dari festival Lupercalia saat kekaisaran Roma. Ada pula yang berargumen sebagai peringatan terhadap Santo Valentinus yang merupakan patron cinta kasih, orang-orang muda, dan pernikahan bahagia.

Terlepas dari beragam teori tentang asal-muasal perayaan Hari Valentine, Hari Kasih Sayang ini tetap berkembang dan semakin populer saat masa Victoria di Inggris. Tukar-menukar barang hadiah menjadi penanda saat perayaan ini. Pemberian kartu ucapan Hari Valentine menandai dimulainya tradisi pemberian barang kepada orang yang dikasihi.

Tradisi ini berkembang dan menjadi peluang bisnis kartu ucapan pada masa itu. Ungkapan Hari Valentine dicetak, diukir, dan dibuat dari potongan kayu berwarna. Seiring berkembangnya teknologi, kartu-kartu dicetak dengan kertas dengan pita-pita dan renda-renda.

Untuk memperindah isi kartu, ada profesi valentine writers yang membantu menuliskan puisi-puisi atau ungkapan-ungkapan cinta. Ungkapan-ungkapan tersebut dikumpulkan menjadi sebuah buku sebagai petunjuk untuk menuliskan kata-kata puitis. Saat itu yang terkenal adalah The Young Man’s Valentine yang diterbitkan pada 1797.

Berkembang karena industri

Tradisi perayaan Hari Valentine dengan penuh romansa ini kemudian berkembang di Amerika Serikat. Mulai dari berkirim surat berupa ungkapan kasih sayang di Hari Valentine sampai dengan pembuatan kartu ucapan.

Pada 1800-an, Esther Howland, seorang seniman mengambil peluang ini untuk membangun bisnis kartu ucapan Hari Valentine pertama di Amerika. Bisnisnya dilakukan di rumahnya yang dibantu oleh kelompok perempuan di sana.

Bantuan kasih sayang kepada korban virus korona jenis baru bisa diberikan melalui platform KitaBisa.com dalam program Let’s Help Wuhan.

Kartu ucapan buatannya merupakan buatan tangan yang dijual seharga tidak kurang dari 5 dollar AS. Dalam setahun, penjualannya mencapai 100.000 dollar AS.

Selain kartu ucapan, produk lain juga dikembangkan untuk menjadi produk khas untuk perayaan Hari Valentine. Ini dilakukan perusahaan cokelat The Cadburys pada 1861. Dua pendiri perusahaan cokelat, Richard dan George Cadbury, menjual cokelat batang yang dikemas dalam kotak mewah berbentuk hati untuk Hari Valentine.

Setelah cokelat dimakan, kotak mewah itu digunakan untuk menyimpan surat cinta dan barang kenangan berharga. Dari penemuan The Cadbury, cokelat menjadi produk yang selalu ada setiap Hari Valentine.

Beragam tradisi

Sampai saat ini, memberikan hadiah untuk orang yang dikasihi pada saat Hari Valentine masih dilakukan. Cokelat, bunga, kartu ucapan, perhiasan, dan barang-barang lainnya bahkan sengaja disiapkan untuk diberikan saat Hari Valentine.

Tak heran tiap tahun, produksi dan distribusi barang-barang tersebut melejit di perayaan Hari Valentine. Setidaknya ada 145 juta kartu ucapan dikirim setiap Hari Valentine di Amerika Serikat. Sebanyak 250 juta bunga mawar diproduksi untuk Hari Valentine di Amerika Serikat pada 2018.

Tahun ini, diperkirakan masyarakat Amerika Serikat yang merayakan Hari Valentine menghabiskan 196,32 dollar AS setiap orang. Berdasarkan survei National Retail Federation (NRF), total pengeluaran untuk Hari Valentine diperkirakan 27,4 miliar dollar AS.

Tak hanya diperingati oleh muda-mudi, hari kasih sayang masih dirayakan oleh berbagai kelompok usia. Berdasarkan survei tersebut saja lebih dari 50 persen masyarakat di berbagai kelompok usia masih merayakan Hari Valentine. Mereka merayakannya dengan memberikan hadiah kepada pasangan, keluarga, teman, murid dan guru, rekan kerja, bahkan hewan peliharaan.

Perayaan Hari Valentine juga berkembang sebagai momen untuk berbagi kasih bagi orang-orang yang membutuhkan.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

GOOD DAY, IT’S PAY DAY!

Love is in the air! Diskon hingga 30%

Tidak hanya di Amerika Serikat, masyarakat di belahan bumi lainnya merayakan Hari Kasih Sayang ini dengan beragam cara unik. Meskipun masih melakukan tradisi tukar-menukar barang sebagai hadiah, ada barang-barang khusus yang diberikan saat Hari Valentine.

Di Wales, pasangan saling bertukar sendok cinta yang terbuat dari kayu. Sendok kayu ini diwarnai ornamen ukiran yang mewakili perasaan pemberi. Mereka melakukannya pada perayaan Hari Valentine pada 25 Januari yang diperingati juga sebagai Hari Santo Dwynwen.

Bunga juga menjadi pemberian khas yang hadir di Hari Valentine, khususnya bunga mawar. Namun di Peru dan Denmark, bukan bunga mawar yang diberikan di Hari Kasih Sayang ini, melainkan bunga khas negara itu.

Di Peru, pasangan saling bertukar bunga anggrek. Anggrek merupakan bunga khas Peru dan mewakili perasaan kasih. Sementara di Denmark, pasangan saling bertukar bunga putih yang disebut snowdrops.

Selain pemberian sebagai wujud kasih, tradisi-tradisi perayaan Hari Valentine di beberapa negara juga sarat akan harapan. Di Inggris dan Italia, tradisi pada Hari Valentine dimaknai dengan harapan akan pasangan hidup.

Wanita di Inggris akan meletakkan lima lembar daun salam di bawah bantal mereka sehari sebelum Hari Valentine. Tradisi ini dilakukan dengan harapan mereka dapat bermimpi tentang calon suami mereka di masa depan.

Sementara di Italia, para gadis muda akan bangun sebelum dini hari untuk melihat sosok pria yang dipercaya akan menjadi pasangan mereka. Pria pertama yang dilihat di Hari Valentine dipercaya akan menjadi pasangan mereka dalam setahun atau minimal mirip dengan pria calon pasangan mereka.

Donasi kasih sayang

Hari kasih sayang tak hanya menjadi spesial bagi orang untuk menyatakan kasih kepada orang-orang terdekat, kerabat, atau keluarga. Kini perayaan Hari Valentine juga berkembang sebagai momen untuk berbagi kasih bagi orang-orang yang membutuhkan.

Misalnya program Unicef Survival Gifts yang dilakukan untuk memberikan barang-barang yang dibutuhkan oleh anak-anak di seluruh dunia. Kita dapat berbagi dengan mendonasikan sejumlah uang untuk membeli barang-barang seperti perlengkapan kelahiran bayi, tempat perlindungan keluarga saat bencana, paket pencegahan malaria, hingga fasilitas transportasi untuk mempertemukan anak dengan keluarganya di wilayah konflik.

Selain itu, bertepatan dengan wabah penyakit virus korona jenis baru (2019-nCoV), beberapa lembaga donor atau amal melakukan penggalangan dana untuk membantu pemulihan pasien dan pencegahan penyebaran penyakit. Beberapa lembaga tersebut ialah CDC Foundation, MedShare, World Vision, Heart to Heart International, Project of HOPE, International Medical Corps, Good360, GlobalGiving, dan Direct Relief.

CDC Foundation memulai penggalangan dana dalam program Emergency Response Fund pada 27 Januari 2020 untuk membantu pendanaan pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara lain. Pendanaan ini digunakan untuk memfasilitasi sosialisasi masyarakat, membuat panduan dokter untuk pengujian virus, pemeriksaan kesehatan, dan tindakan preventif lainnya.

GlobalGiving menyediakan wadah penggalangan dana, terutama untuk kebutuhan mendesak pasien terdampak di China terlebih dahulu. Dalam jangka panjang, dana yang disalurkan melalui organisasi lokal akan digunakan untuk upaya pemulihan di wilayah paling terdampak.

Bagi kita di Indonesia, bantuan kasih sayang bisa diberikan melalui platform KitaBisa.com dalam program Let’s Help Wuhan. Penggalangan dana yang diusung oleh Sekolah Relawan bekerja sama dengan CREST Malaysia menargetkan donasi dana Rp 1 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan medis, seperti masker N95, sarung tangan medis, masker mata, dan peralatan medis lainnya bagi rumah sakit di Wuhan, China.

Sedikit donasi yang kita berikan dapat membantu percepatan penanganan wabah virus korona jenis baru atau COVID-19. Apalagi, sampai pada 12 Februari 2020 kondisinya semakin parah. Sebanyak 25 negara melaporkan adanya kasus COVID-19 sebanyak 45.171. Korban meninggal 1.114 di China dan 1 orang di Filipina.

Hari Kasih Sayang tak hanya momen untuk menyatakan cinta kasih secara spesial, tetapi juga mengingatkan kita akan hidup dengan penuh kasih setiap harinya. Kasih yang tak hanya dibagikan kepada orang sekitar kita, tetapi juga bagi umat manusia lainnya dan lingkungan.  (LITBANG KOMPAS)

Baca juga : Mengapa Harus Membayar Berita Daring?