Bebas Akses

Ekonomi Sistem Satu Arah Diterapkan Selama Arus Mudik Lebaran
Transportasi

Sistem Satu Arah Diterapkan Selama Arus Mudik Lebaran

Oleh Sekar Gandhawangi

 

KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI
Diskusi Teras Kita ke-32 berjudul “Mudik Selamat, Guyub Rukun” berlangsung di Jakarta, Kamis (16/5/2019). Dari kanan ke kiri: Direktur Jenderal Perhubungan Darar Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, Direktur PT Jasa Marga Desi Arryani, Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri

JAKARTA, KOMPAS – Penerapan sistem satu arah di Tol Trans-Jawa akan berlaku pada masa mudik dan  balik Lebaran 2019. Kebijakan ini diambil untuk mengurai kemacetan panjang yang terjadi setiap tahun.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri pada dialog Teras Kita ke-32 berjudul “Mudik Selamat, Guyub Rukun”, Kamis (16/5/2019) di Jakarta. Acara ini diselenggarakan Harian Kompas dengan menggandeng PT Jasa Marga, Kementerian Perhubungan, dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).

Hadir pula dalam acara ini antara lain Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Mohammad Bakir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani, Direktur Jenderal Perhubungan Darar Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, dan Ketua Pengembangan Iptek Kagama Haryadi Himawan.

KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI
Ilustrasi – Kemacetan terjadi di Gerbang Tol Palimanan pada arus mudik Lebaran 2018. Jalan tol akan direkayasa menjadi satu arah untuk mengatasi kemacetan pada arus mudik Lebaran 2019

Menurut Refdi, sistem satu arah berlaku dari kilometer 29 di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama hingga kilometer 262 di GT Brebes Barat. Penerapannya terhitung pada masa mudik, 30 Juni-2 Mei 2019. Dengan sistem satu arah, jalur A, B, hingga area istirahat (rest area) di kiri dan kanan jalan bisa dimanfaatkaan pengendara yang mengarah ke timur.

Pada masa balik, 7-9 Juni 2019, sistem yang sama kembali berlaku. Sistem itu diterapkan dari kilometer 189 di GT Palimanan hingga kilometer 29 di GT Cikarang Utama. Kondisi lalu lintas kembali normal setelah GT Cikarang Utama.

Kebijakan ini diambil karena macet panjang yang terjadi setiap Lebaran, salah satunya di ruas tol Jakarta-Cikampek. Kemacetan terjadi akibat pengerjaan empat proyek di ruas itu. Keempatnya ialah proyek LRT Jakarta-Bekasi Timur, kereta cepat Jakarta-Bandung, Tol Jakarta-Cikampek elevated, dan Tol Cibitung-Cilincing.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, segala proyek pengerjaan tol di Indonesia akan dihentikan sementara. Pengerjaan akan berhenti pada H-10 hingga H+10 Lebaran.

KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, segala proyek pengerjaan tol di Indonesia akan dihentikan sementara. Pengerjaan akan berhenti pada H-10 hingga H+10 Lebaran.

Banyaknya mobil pengangkut barang juga memicu kemacetan di jalan tol. Oleh sebab itu, pembatasan mobil barang di jalan tol akan dilakukan pada 30 Juni-2 Mei 2019 dan 7-9 Juni 2019. Namun, sejumlah mobil pengangkut seperti bahan bakar, sembako, dan barang ekspor-impor diperbolehkan melintas.

Selain pengerjaan proyek, kemacetan juga terjadi akibat besarnya volume kendaraan. Menurut data Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas), ada 1,3 juta kendaraan yang melewati GT Cikarang Utama selama 7-24 Juni 2018.

“Pergerakan didominasi kendaraan dari barat ke arah tengah dan timur, yakni 75 persen. Sementara, persentase untuk (pergerakan ke) arah sebaliknya 20-25 persen. Ini berarti, pergerakan balik (ke arah barat) bisa memakai jalan non-tol,” kata Refdi Andri.

Sudah berlangganan? Silakan Masuk

Tangkap Hadiah Ramadhanmu!

Diskon 30% untuk produk Kompas Digital Premium, board game, buku reguler, dan kaus. Cukup gunakan kode kupon THR2019. Promo berakhir 6 Juni 2019.

Jalur non-tol, seperti Jalur Pantai Utara (Pantura) dan Selatan, dijadikan jalur alternatif bagi para pemudik selama sistem satu arah berlaku. Jalur ini diklaim memadai untuk dilewati.

Refdi mengatakan, jalur Pantura dan Selatan telah dilengkapi rambu lalu lintas, penerangan, hingga marka jalan yang baik. Adapun sejumlah personel akan ditugaskan untuk membantu kelancaran mudik.

Manajemen rest area

Kelancaran mudik pun dijamin pula oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi. Menurutnya, salah satu kunci mengurai kemacetan di jalan tol adalah manajeman rest area yang baik.

KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI
Direktur Jenderal Perhubungan Darar Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi

“Kami mendorong masyarakat agar tidak hanya menggunakan rest area di tol. Istirahat pun bisa dilakukan dengan menuju ke gerbang keluar terdekat,” kata Budi Setiyadi.

Selama ini, salah satu simpul kemacetan adalah di rest area. Bila rest area sudah penuh, sejumlah kendaraan memarkirkan kendaraan di tepi jalan. Budi mengimbau agar pengendara tidak memaksakan diri masuk ke rest area yang telah penuh.

Hal yang sama dikatakan Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani. Menurutnya, rest area yang ada sudah memadai dan sesuai aturan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa rest area selalu penuh setiap masa mudik dan balik.

KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI
Diskusi Teras Kita ke-32 bertajuk “Mudik Selamat, Guyub Rukun” berlangsung di Jakarta, Kamis (16/5/2019). Dari kanan ke kiri: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, Direktur PT Jasa Marga Desi Arryani, Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri, Ketua Bidang Kajian dan Pengembangan Iptek Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Haryadi Himawan, dan Wakil Pemimpin Redaksi Mohammad Bakir.

“Dari segi jarak antartempat sudah memadai. Kami memang mengimbau masyarakat untuk beristirahat setelah dua jam menyetir. Namun, kami tidak bisa membendung animo masyarakat yang ingin ke rest area,” katanya.

Berlakunya sistem satu arah diharapkan dapat mendistribusikan jumlah pengendara di rest area secara merata. Pasalnya, dengan sistem ini, rest area di kedua jalur bisa digunakan.

 

Artikel Terkait

Sistem Satu Arah Diterapkan Selama Arus Mudik Lebaran

”Dari segi jarak antartempat sudah memadai. Kami memang mengimbau masyarakat untuk beristirahat setelah dua jam menyetir. Namun, kami tidak bisa membendung animo masyarakat yang ingin ke rest area,” katanya. Berlakunya sistem satu arah…

Sistem Satu Arah Arus Mudik

Kementerian Perhubungan akan memberlakukan sistem satu arah selama arus mudik 2019. Dimulai dari gerbang tol Cikarang Utama hingga Brebes Barat. Mulai berlaku sejak 30 Mei hingga 2 Juni 2019, selama 24 jam.

Sistem Satu Arah Diterapkan

Lebih dari 33 juta orang diperkirakan akan mudik menjelang Lebaran tahun ini. Sebagian besar memilih moda transportasi di jalan raya. Dengan demikian, kepadatan di jalan raya diprediksi akan sangat tinggi. Solusi untuk mengatasi hal itu,…