Bebas Akses

Ekonomi Tingkatkan Produksi Beras dengan Modifikasi Cuaca
teknologi

Tingkatkan Produksi Beras dengan Modifikasi Cuaca

Oleh DEONISIA ARLINTA
KOMPAS/DEONISIA ARLINTA
Peta Rencana Waktu Pelaksanaan Pemanfaatan TMC

JAKARTA, KOMPAS — Teknologi modifikasi cuaca dapat meningkatkan produksi beras di Indonesia. Untuk itu, Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca pun mengusulkan teknologi ini diimplementasikan di 10 provinsi sentra penghasil beras nasional.

Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) Tri Handoko Seto, di Jakarta, Selasa (11/6/2019), berpendapat, apabila diimplementasikan secara maksimal, teknologi modifikasi cuaca (TMC) dapat membantu menekan impor beras di Indonesia. Peta pelaksanaan teknologi ini pun saat ini telah disusun oleh BBTMC.

”Dari asumsi skenario pelaksanaan TMC di 10 provinsi sentra beras nasional, penambahan produksi beras yang dihasilkan bisa mencapai 682.713 ton per tahun. Jika dibandingkan dengan rata-rata impor beras nasional pada 2013-2017 sekitar 753.337 ton beras per tahun, pelaksanaan TMC ini bisa meniadakan impor beras,” katanya.

Adapun 10 provinsi sentra beras nasional yang perlu diterapkan teknologi ini ialah Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan.

Dari asumsi skenario pelaksanaan TMC di 10 provinsi sentra beras nasional, penambahan produksi beras yang dihasilkan bisa mencapai 682.713 ton per tahun.

Tri menuturkan, penerapan TMC sebelumnya dilakukan pada 2007 untuk menambah pasokan air irigasi di sejumlah waduk strategis sentra produk beras nasional. Waduk itu seperti Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur (Jawa Barat); Waduk Gajahmungkur dan Kedungombo (Jawa Tengah); Waduk Sutami, Sengguruh, dan Solerejo (Jawa Timur); serta Waduk Batutegi (Lampung).

Upaya tersebut diklaim mampu menyumbang sekitar 25 persen dari rencana target peningkatan produksi beras nasional pada 2007, yakni 2 ton atau sekitar 1,8 persen terhadap produksi beras nasional saat itu.

Baca juga: ”Quo Vadis” Impor Beras 

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Bendungan Tilong di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyisakan debit air di puncak musim kemarau Oktober dan November di wilayah tersebut, Jumat (2/11/2018). Bendungan Tilong hingga kini menjadi tumpuan pemenuhan air baku sebagai pemenuhan air bersih untuk warga Kupang, baik bagi PDAM maupun irigasi.

Pada 2012, Seto menambahkan, BBTMC kembali melaksanakan TMC di wilayah Jawa Barat dalam rangka program Ketahanan Pangan Nasional. Dari upaya itu, produksi beras yang dihasilkan surplus 10 juta ton dan mampu memberikan sumbangan produksi beras sebesar 7,7 persen di Jawa Barat.

Dari pengalaman tersebut, Tri optimistis produksi beras akan meningkat secara signifikan jika TMC dilakukan secara lebih luas di wilayah-wilayah lain yang menjadi sentra produksi nasional.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Tengah Minggu, Kok Lesu? Ada Diskon 50% Nih!

Pakai kode TENGAHMINGGU201906, dapat diskon 50% untuk Kompas Digital Premium, board game, buku reguler, dan kaus. Hanya berlaku 19 Juni 2019.

”Kami asumsikan bahkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri per tahun. Hasil hitung-hitungan TMC berpotensi mengurangi kebutuhan impor sebesar 90,62 persen per tahun,” ujarnya.

Antisipasi kekeringan

Peneliti Madya BBTMC, Budi Harsoyo, menyampaikan, TMC juga dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi kekeringan di suatu wilayah. Hal itu berdasarkan peta rencana pelaksanaan pemanfaatan TMC yang dirancang berdasarkan kajian data historis klimatologis yang telah dikumpulkan selama 15 tahun.

Sistem pengelolaan beras nasional tidak hanya bergantung pada faktor sarana irigasi, benih, dan pupuk, tetapi juga bergantung pada faktor lingkungan yang terdiri dari unsur iklim, air, serta lahan, termasuk bencana alam. ”Perubahan iklim dapat diintervensi oleh pemanfaatan TMC,” ucapnya.

Baca juga: Masa Tanam Terganggu, Produksi Beras pada 2019 Berpotensi Turun 

KOMPAS/DEONISIA ARLINTA
Peta Sentra Produksi Padi di Indonesia

Pemanfaatan TMC untuk kebutuhan irigasi dan pertanian telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42/2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air. Hal itu tercantum pada Pasal 53 Ayat 1 (d) yang menyebutkan, pengisian air pada sumber air dapat dilaksanakan, antara lain, dalam bentuk pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca untuk meningkatkan curah hujan dalam kurun waktu tertentu.

Pada bagian lain tentang pengembangan sumber daya air juga disebutkan, pengembangan fungsi dan manfaat air hujan dilaksanakan dengan mengembangkan teknologi modifikasi cuaca.

Artikel Terkait

Tingkatkan Produksi Beras dengan Modifikasi Cuaca

Pemanfaatan TMC untuk kebutuhan irigasi dan pertanian telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42/2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air. Hal itu tercantum pada Pasal 53 Ayat 1 (d) yang menyebutkan, pengisian air pada sumber air…

Bulan Ramadhan, Pelaku UMKM Tingkatkan Produksi

Memasuki bulan Ramadhan, sejumlah pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah dan Jawa Timur, bersiap menggenjot volume produksi. Upaya ini dilakukan, agar nanti mereka bisa memenuhi permintaan konsumen, yang cenderung…

Kualitas Panen Membaik, Harga Gabah di Malang Mulai Naik

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Nasri Abdul W mengatakan, sejauh ini Kabupaten Malang masih surplus beras, termasuk saat panen rendeng kali ini. ”Tahun ini, hingga jelang Idul Fitri, produksi beras Kabupaten Malang 187.972…