Bebas Akses ”Avengers: Endgame” dan Film Terlaris Sepanjang Masa

bebas akses FILM

”Avengers: Endgame” dan Film Terlaris Sepanjang Masa

Industri film global memiliki perputaran uang yang besar. Hal ini bisa dilihat antara lain dari pendapatan aktris dan box office. Belum lagi, studio film kini juga mendapat pemasukan dari televisi berlangganan dan lisensi produk.

Oleh IDA AYU GRHAMTIKA SAITYA
· 6 menit baca
ARSIP MARVEL STUDIOS

Salah satu adegan film Avengers: Endgame (2019).

Selain merupakan karya seni, film memiliki potensi bisnis yang besar. Ceruk pendapatan membuat studio film dunia bersaing merebut predikat terlaris.  

Industri film global memiliki perputaran uang yang besar. Hal ini bisa dilihat antara lain dari pendapatan aktris dan box office. Belum lagi, studio film kini juga mendapat pemasukan dari televisi berlangganan dan lisensi produk. Bioskop bukan hanya mengandalkan tiket masuk, melainkan juga mendapatkan penghasilan dari menjual popcorn dan minuman ringan (popcorn economy).

Bisnis film memberi pendapatan yang lumayan besar bagi para pemain yang berkiprah di layar lebar. Aktor Samuel L Jackson, misalnya, mendapat penghasilan kotor 3,69 miliar dollar AS.

Pendapatan paling besar ia dapatkan dari film The Avengers, yaitu 623 juta dollar AS atau Rp 8,7 triliun. Di bawah Samuel, terdapat dua pemain film Avengers: Endgame, yaitu Robert Downey Jr dan Scarlett Johansson, dengan pendapatan 5,77 miliar dollar AS dan 5,21 miliar dollar AS.

Pendapatan pembuat film juga mencatat nilai yang fantastis. Sepuluh film terlaris berdasarkan data Box Office Mojo mencatat pendapatan hingga 19,2 miliar dollar AS atau senilai Rp 266 triliun. Tiga film terlaris saat ini adalah Avatar, Avengers: Endgame, dan Titanic.

Kehadiran Avengers: Endgame berhasil mengubah susunan peringkat film-film terlaris di dunia. Hingga kini, Avatar yang tayang pada 2009 masih menduduki posisi puncak.

Hanya dalam waktu 11 hari semenjak penayangan perdana di dunia, film ini mampu meraup keuntungan 2,19 miliar dollar AS.

Endgame yang tayang pada 26 April 2019 membukukan berbagai sejarah dalam dunia perfilman. Tidak hanya menjadi yang tercepat dalam meraup keuntungan di angka 2 miliar dollar AS, tetapi juga menjadi salah satu film berbiaya termahal dengan perkiraan anggaran 356 juta dollar AS.

Dunia superhero Marvel ini dimulai tahun 2008 dengan Iron Man. Setahun kemudian, Disney mengakuisisi Marvel  dengan nilai 4 miliar dollar AS. Endgame adalah puncak dari rangkaian 21 film sebelumnya. Setiap filmnya berlatar Marvel Cinematic Universe yang saling berkaitan antara karakter satu dan lainnya.

Kini siapa sangka, Endgame bahkan telah melangkahi Jurassic World, Avengers: Infinity War, Star Wars: The Force Awakens, dan Titanic sebagai film dengan pendapatan kotor terbesar kedua sepanjang sejarah. Endgame yang masih tayang hingga saat ini belum melampaui Avatar yang belum terkalahkan selama 10 tahun.

Paling laris

Fenomena laris manisnya Endgame yang mampu menorehkan keuntungan fantastis tentu didasari strategi jitu dari Disney dan Marvel Studio. Berbagai faktor, seperti strategi penjualan tiket, jumlah layar, hingga penayangan 24 jam ditengarai berperan penting untuk memecahkan rekor box office.

Hanya dalam waktu 11 hari semenjak penayangan perdana di dunia, film ini mampu meraup keuntungan 2,19 miliar dollar AS. Sebelumnya pada tahun 2009, Avatar membutuhkan waktu 47 hari untuk mencapai angka 2 miliar dollar AS.

Tahun 2019 bahkan belum berakhir, namun Endgame sudah didapuk menjadi film paling menguntungkan di tahun ini. Selain itu, film ini juga memecahkan rekor sebagai film dengan keuntungan tertinggi di Amerika Utara dan penayangan perdana internasional, serta paling sukses di China dengan mencapai angka 330,5 miliar dollar AS di hari rilis.

KOMPAS/HERLAMBANG JALUARDI

Aktris asal Skotlandia, Karen Gillan, menyapa penggemarnya di Marina Bay Sands, Singapura, Senin (16/4/2018). Karen memerankan tokoh Nebula dalam film Avengers: Infinity War.

Salah satu faktor pendorong popularitas Endgame adalah strategi penayangan film. Catatan CNBC  menunjukkan, Disney mengoordinasi distribusi Endgame agar penayangan perdana di banyak negara jatuh pada akhir minggu yang sama. Disney bahkan mampu membuat Endgame tayang di lima hari yang sama di lebih dari 50 negara.

Padahal, sebuah film belum tentu akan tayang pertama kali di minggu yang sama di negara yang berbeda. Bahkan tidak jarang waktu tayang antara Amerika Serikat dan negara lainnya bisa berbeda dalam hitungan bulan. Hal ini bergantung pada film lokal yang juga akan tayang di waktu yang sama di sebuah negara.

Faktor kedua adalah jam tayang Endgame di bioskop yang tak biasa. Bioskop-bioskop bahkan menayangkan film ini dini hari, seperti di jam 3 pagi. Termasuk di Indonesia, Endgame yang rilis pada 24 April 2019 lalu bahkan tayang selama 24 jam di salah satu jaringan bioskop Tanah Air.

Tidak heran jika Endgame mampu menduduki peringkat kedua film dengan keuntungan terbesar. Sebelumnya, posisi ini diduduki oleh Titanic yang rilis tahun 1997. Film yang dibintangi oleh Leonardo Dicaprio dan Kate Winslet ini meraup keuntungan 2,18 miliar dollar AS.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Beli Kompas.id, Main ke Toko Buku Kemudian!

Langganan Kompas Digital Premium 3, 6, atau 12 bulan sekarang dan dapatkan voucer Gramedia Store hingga Rp200.000.

Endgame telah melangkahi Jurassic World, Avengers: Infinity War, Star Wars: The Force Awakens, dan Titanic sebagai film dengan pendapatan kotor terbesar kedua sepanjang sejarah.

Saat ini terdapat lima film yang mampu meraup keuntungan hingga 2 miliar dolar AS, yakni Avatar (2009),  Avengers: Endgame (2019), Titanic (1997), Star Wars: The Force Awakens (2015), dan Avengers: Infinity War (2018).

Film Avatar belum terkalahkan dalam 10 tahun terakhir. Film fiksi ilmiah garapan James Cameron ini mengisahkan sebuah misi ke bulan berpenghuni bernama Pandora.

Kesuksesan Avatar membuat sang sutradara berencana membuat sekuel hingga Avatar 4. Cameron adalah satu-satunya sutradara yang menyumbang dua film di jajaran 10 besar film dengan keuntungan tersbesar, yakni Avatar dan Titanic.

Kini jarak keuntungan antara Avatar dan Endgame kian dekat. Pendapatan Endgame hanya membutuhkan kurang dari 60 juta dollar AS untuk menyamai rekor Avatar. Tidak menutup kemungkinan sejarah akan berubah mengingat Endgame sampai saat ini masih ada di layar bioskop.

KOMPAS/HERLAMBANG JALUARDI

Sutradara Joe Russo (berjaket) berfoto bersama penggemar karakter film dan komik Marvel di Marina Bay Sands Plaza, Senin (16/4/2018). Joe datang ke Singapura untuk mempromosikan film Avengers: Infinity War.

Film Indonesia

Fenomena film laris juga terjadi di bioskop nasional. Namun, berbeda halnya dengan industri film Tanah Air, jumlah film terlaris tidak dihitung dari besarnya pendapatan, tetapi banyaknya jumlah penonton.

Jika film-film terlaris di dunia didominasi oleh film superhero, khususnya Marvel, hal yang berbeda terjadi di Indonesia. Berbagai genre mewarnai film terlaris di negeri ini, mulai dari komedi, drama, hingga horor.

Saat ini peringkat pertama film Indonesia terlaris dipegang oleh Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss! Part 1 yang tayang tahun 2016 dengan 6,9 juta penonton. Lanjutan dari film ini yang tayang di tahun berikutnya juga masuk dalam jajaran 10 besar film Indonesia terlaris, namun tidak selaris film pertamanya.

Baca juga: Larut dalam Drama dan Ketakutan di Bioskop

Film Warkop DKI Reborn bahkan akan berlanjut hingga jilid ketiga dan keempat dengan pemain dan sutradara berbeda. Kehadiran Warkop DKI Reborn mampu menggeser Laskar Pelangi yang selama delapan tahun menjadi film Indonesia terlaris dengan 4,7 juta penonton.

Film ini berangkat dari novel karya Andrea Hirata yang juga menjadi buku sastra terlaris sepanjang sejarah. Riri Riza kemudian menggarap film ini dan rilis pada tahun 2008 yang dibintangi oleh anak-anak asli Belitung.

PRODUCTION COMPANY: FALCON COMPANY

Cuplikan dalam Warkop DKI Reborn produksi Falcon Company (2016).

Film berseri lainnya yang masuk dalam kategori film terlaris adalah Dilan 1990 dengan 6,3 juta penonton. Bagian kedua dari film ini, yakni Dilan 1991, juga tidak selaris film bagian pertama meski sama-sama mendulang sukses.

Film adaptasi dari novel dengan judul sama karya Pidi Baiq ini masih akan berlanjut di seri terakhir film, yaitu Milea yang dikabarkan baru akan tayang pada pertengahan tahun depan.

Tingginya animo masyarakat dalam menyaksikan film Indonesia menjadi sinyal positif menggeliatnya industri perfilman Tanah Air. Data filmindonesia.or.id menunjukkan, sejak 2008 film-film laris Indonesia mencapai jumlah penonton lebih dari 3 juta. Ini menunjukkan, kehadiran film-film berkualitas masih tetap dicari masyarakat.

Selain itu, hadirnya film bermutu turut mendorong tumbuhnya industri film nasional. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat, industri perfilman telah menyumbang pendapatan hingga Rp 34,08 triliun atau sekitar 0,04 persen dari total pendapatan industri ekonomi kreatif yang mencapai Rp 852,2 triliun pada 2015-2016.  (LITBANG KOMPAS)

Editor -
Bagikan