Humaniora SBMPTN Tidak Menerapkan Nilai Minimal

Penerimaan Mahasiswa

SBMPTN Tidak Menerapkan Nilai Minimal

DEPOK, KOMPAS—Sosialisasi tata cara pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional terus dilakukan. Masyarakat diingatkan jangan memercayai berbagai iklan yang menawarkan bimbingan bisa mencapai batas nilai minimal (passing grade) setiap program studi universitas karena dalam SBMPTN 2019 tidak ada nilai kelulusan minimal.

Oleh Laraswati Ariadne Anwar
· 3 menit baca
KOMPAS/LARASWATI ARIADNE ANWAR

Suasana sosialisasi tata cara Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Balairung Universitas Indonesia, Sabtu (15/6/2019). Selain UI, hadir perwakilan dari Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Mereka menjelaskan, SBMPTN tidak memberlakukan nilai kelulusan minimal.

DEPOK, KOMPAS—Sosialisasi tata cara pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional terus dilakukan. Masyarakat diingatkan jangan memercayai berbagai iklan yang menawarkan bimbingan bisa mencapai batas nilai minimal (passing grade) setiap program studi universitas karena dalam SBMPTN 2019 tidak ada nilai kelulusan minimal.

“Beredar berbagai iklan di media sosial yang mengatakan nilai-nilai kelulusan yang diterapkan di beberapa perguruan tinggi negeri (PTN), terutama PTN besar seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung. Semua adalah bohong,” kata Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo Widyobroto ketika memberi sosialisasi mengenai SBMPTN di Balairung UI, Depok, Jawa Barat pada Sabtu (15/6/2019).

Beredar berbagai iklan di media sosial yang mengatakan nilai-nilai kelulusan yang diterapkan di beberapa perguruan tinggi negeri (PTN), terutama PTN besar. Semua adalah bohong.

Acara itu dihadiri ribuan peserta SBMPN beserta orangtya mereka. Turut hadir perwakilan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Syahid).

Budi memaparkan, LTMPT menerima semua pendaftar SBMPTN dan mengelompokkan mereka berdasarkan prodi (program studi) dan PTN yang dituju. Pendaftaran dibuka hingga tanggal 24 Juni. Setelah itu, data pendaftar akan diteruskan kepada semua prodi di 73 PTN se-Indonesia.

“Sistem komputer LTMPT adalah membuka data hasil perolehan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Dari dua kesempatan UTBK yang diambil oleh peserta, sistem memilih hasil tertinggi,” ungkapnya.

Dalam memberi data kepada tiap prodi, sistem komputer LTMPT memungkinkan untuk melihat perolehan hasil tiap komponen ujian. Contohnya, untuk paket UTBK sains-teknologi terdiri dari matematika, fisika, kimia, dan biologi. Peserta yang mendaftar ke prodi teknik mesin diprioritaskan mereka yang memiliki nilai matematika dan fisika lebih tinggi daripada dua komponen lainnya.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Next-level goal requires next-level knowledge

Harian Kompas x The Straits Times Get a two-for-one digital subscription deal from the two biggest news publisher in Indonesia and Singapore.

Hal itu berarti apabila ada dua pendaftar dengan nilai hasil UTBK sama, akan dicermati detail nilai per komponen ujian. Adapun yang berhak menentukan kelulusan peserta adalah panitia SBMPTN di tiap-tiap prodi universitas. Di beberapa PTN, seperti Institut Pertanian Bogor, selain hasil UTBK dan detail komponennya juga diperhatikan prestasi akademik dan non-akademik pendaftar. (Kompas, 10 Juni 2019)

KOMPAS/LARASWATI ARIADNE ANWAR

Suasana sosialisasi tata cara Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Balairung Universitas Indonesia, Sabtu (15/6/2019). Selain UI, hadir perwakilan dari Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Mereka menjelaskan, SBMPTN tidak memberlakukan nilai kelulusan minimal.

Informasi itu memberi kelegaan kepada para peserta SBMPTN. Cut Dhia Sari (17), alumnus SMAN 1 Cibinong, Jawa Barat mengaku sempat cemas dengan labar mengenai nilai kelulusan minimal yang beredar di internet. “Kalau enggak ada passing grade, saya lebih tenang ketika mendaftar. Pastinya memakai strategi. Pilihan pertama di prodi dan PTN yang memang didambakan, sementara pilihan kedua di prodi yang selama ini diketahui keketatannya tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Segera mendaftar

Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru UI Untung Yuwono mengatakan, agar segera mendaftar. Jangan menunggu di saat-saat terakhir karena khawatir koneksi internet macet akibat penumpukan jumlah pendaftar. Selain SBMPTN, UI membuka ujian mandiri bagi mereka yang masih ingin mencoba masuk.

Terkait jumlah kuota setiap prodi, tidak semua PTN membuka informasinya kepada masyarakat. Kepala Bagian Akademik UIN Syahid, Rasi’in dalam persentasinya membuka data dan mengungkapkan terdapat prodi yang penerimaan mahasiswa barunya tidak melalui SBMPTN, melainkan hanya lewat Seleksi Nasional Masuk PTN dan ujian mandiri yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni mendatang.

Adapun kuota untuk prodi yang populer adalah pendidikan matematika 38 kursi, hukum 48 kursi, psikologi 80 kursi, manajemen 48 kursi, teknologi informatika 52 kursi, teknik pertambangan 6 kursi, kedokteran 40 kursi, dan hubungan internasional 48 kursi.

Editor Evy Rachmawati
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 Juni 2019 di halaman 9 dengan judul "SBMPTN Tidak Menerapkan Nilai Minimal". baca epaper kompas