Bebas Akses Teror Suarez dan Cavani

bebas akses Copa America 2019

Teror Suarez dan Cavani

Uruguay tetap menjadi tim yang konsisten dan berpeluang besar merebut trofi Copa America 2019 di Brasil. Mereka punya ujung tombak yang sarat pengalaman dan mematikan. 

Oleh Herpin Dewanto Putro
· 4 menit baca

Uruguay tetap menjadi tim yang konsisten dan berpeluang besar merebut trofi Copa America 2019 di Brasil. Mereka punya ujung tombak yang sarat pengalaman dan mematikan. 

REUTERS/WASHINGTON ALVES

Striker Uruguay, Edinson Cavani (kedua dari kanan), mencetak gol kedua Uruguay ke gawang Ekuador dengan tendangan setengah salto pada laga Grup C Copa America 2019 di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, Senin (17/6/2019) pagi WIB. Ini adalah gol pertama Cavani bagi Uruguay di Copa America.

BELO HORIZONTE, SENIN – Uruguay langsung menebar ancaman pada laga perdana mereka di ajang Copa America 2019 dengan melibas Ekuador 4-0 di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, Senin (17/6/2019). Dua penyerang senior tim ”La Celeste”, Luis Suarez dan Edinson Cavani, tampil berbahaya dan mulai meneror calon lawan mereka berikutnya di Grup C.

Suarez dan Cavani, dua penyerang yang membantu Uruguay memenangi Copa America 2011, menjadi senjata utama La Celeste tahun ini. Kematangan dan pengalaman kedua pemain itu sangat dibutuhkan untuk mempertahankan dominasi Uruguay pada turnamen tertinggi di Amerika Selatan ini. Tahun ini Uruguay mengincar trofi ke-16.

Berkat kehadiran kedua pemain itu, Uruguay punya pola serangan yang mematikan. Suarez tidak hanya tajam mencetak gol, juga melihat peluang untuk memberikan asis. Dia hanya butuh enam menit untuk membuktikannya. Melihat Nicolas Lodeiro berada di posisi yang bagus, Suarez memberikan umpan akurat dan Lodeiro membuka pesta gol malam itu.

Uruguay diuntungkan setelah bek Ekuador Jose Quintero mendapat kartu merah karena menyikut kepala Lodeiro menit ke-24. Wasit sebelumnya memberikan Quintero kartu kuning. Setelah mengecek insiden itu menggunakan teknologi asisten video wasit (VAR), wasit mengubah keputusannya.

LUIS ACOSTA / AFP

Edinson Cavani merayakan golnya ke gawang Ekuador pada laga Grup C Copa America 2019 di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, Senin (17/6/2019).

Kehilangan satu pemain membuat Ekuador kehilangan daya serang. Mereka terpaksa lebih sering bertahan dan Uruguay semakin memiliki banyak peluang gol. Cavani pun memiliki ruang untuk melakukan tendangan setengah salto dan mencetak gol pertamanya dari sebelas penampilan di Copa America.

Cavani mampu melengkapi peran Suarez di lini serang. Striker Paris Saint-Germain ini jago menembak dengan satu sentuhan. Begitu bola ada di depannya, ia bisa menembak dengan keras dan akurat. Bahkan, satu dari tujuh tembakan tepat ke gawang Cavani malam itu berupa tembakan dengan menggunakan tumitnya.

LUIS ACOSTA / AFP

Striker Uruguay Luis Suarez (tengah) menerobos penjagaan dua pemain Ekuador Renato Ibarra (kiri) dan Gabriel Achilier pada  laga Grup C Copa America 2019 di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, Senin (17/6/2019).

Suarez kembali beraksi mencetak gol ketiga menjelang akhir babak pertama. Ia menjulurkan kaki begitu melihat bola melintas di depannya. Refleks serupa sering ia peragakan ketika membela Barcelona. Gol itu juga membuktikan bahwa Suarez sudah tidak punya masalah dengan lutut kanannya yang baru saja dioperasi bulan lalu.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Beli Kompas.id, Main ke Toko Buku Kemudian!

Langganan Kompas Digital Premium 3, 6, atau 12 bulan sekarang dan dapatkan voucer Gramedia Store hingga Rp200.000.

Kelelahan membendung serangan Uruguay membuat pemain belakang Ekuador mudah kehilangan konsentrasi. Bek Ekuador, Arturo Mina, mencetak gol bunuh diri menit ke- 78 dan memperpanjang catatan kekalahan Ekuador dari Uruguay. Dalam 46 pertemuan, Ekuador hanya menang 10 kali, sedangkan Uruguay 30 kali.

Modal penting

Pada laga kontra Ekuador, Uruguay belum menjalani ujian yang berat karena hampir sepanjang laga mereka menghadapi 10 pemain. Meski demikian, kemenangan ini menjadi modal penting bagi La Celeste terutama untuk memupuk rasa percaya diri untuk laga-laga berikutnya.

”Ini langkah yang penting. Kami memang ingin mengawali turnamen dengan konsentrasi maksimal dan kami bisa melakukannya,” ujar Cavani. Ia bertekad menjaga momentum ini dengan baik meski tidak mudah.

Kemenangan atas Ekuador itu pun menjadi pesan bagi penghuni Grup C lainnya seperti Jepang dan Chile. Kedua tim tersebut tidak bisa dipandang remeh. Jepang merupakan runner up Piala Asia 2019 dan Chile merupakan tim juara bertahan. Melawan kedua tim tersebut, tingkat kesulitan yang akan dihadapi Uruguay akan bertambah.

Jepang merupakan lawan Uruguay selanjutnya pada laga yang berlangsung pada Jumat (21/6/2019) pagi WIB. Konsentrasi penuh wajib dimiliki karena Jepang bermain sangat disiplin dan memiliki kecepatan. ”Kami harus menyiapkan laga (kontra Jepang) ini dengan baik,” ujar Suarez.

Konsistensi sudah menjadi perhatian utama pelatih Uruguay Oscar Tabarez dalam menjalani turnamen ini. Selain meracik taktik, pelatih senior berusia 72 tahun ini punya tugas penting untuk menjaga kondisi para pemainnya.

Suarez maupun Cavani belum lama mengalami cedera dan Tabarez tidak mau kehilangan mereka.

”Sepak bola selalu memberi kejutan dan kami harus selalu siap. Mungkin kami harus mengistirahatkan beberapa pemain (kunci). Namun, bisa saja ketika saya bermaksud mengistirahatkan Suarez, gantian (Mattias) Vecino yang cedera,” ujar Tabarez dikutip Goal.

Vecino sempat mengalami masalah pada ototnya dan diganti pada menit ke-81. Gelandang Uruguay itu pun harus diperiksa kembali kesiapannya untuk menghadapi Jepang. Peran Vecino sangat penting untuk mengalirkan bola ke duet Suarez-Cavani atau ke para pemain sayap dalam membangun serangan. (AP/AFP/REUTERS)

Editor -
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 18 Juni 2019 di halaman 23 dengan judul "Teror Dua Striker". baca epaper kompas