Bebas Akses Foto Masa Lalu Indonesia di KITLV
UNIVERSITAS LEIDEN/KITLV
Foto Cerita

Foto Masa Lalu Indonesia di KITLV

Oleh·

Sebuah dokumentasi foto yang sangat lengkap tentang Indonesia dari abad ke-19 sampai awal abad ke-20 ada di dokumentasi digital Universitas Leiden seksi Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-, en Volkenkunde (KITLV).

UNIVERSITAS LEIDEN/KITLV

Halaman depan dokumentasi digital Universitas Leiden seksi KITLV menyebutkan koleksi mereka yang mengutamakan Asia Tenggara dan Karibia.

Pola dokumentasinya tidak terlalu spesifik, tetapi pola pencarian yang sederhana pun mudah dilakukan untuk bisa melihat aneka koleksi yang ada. Mulai dari situasi sebuah kota, wajah tokoh-tokoh terkenal masa lalu, sampai sketsa-sketsa wajah orang penting tersedia di laman itu.

UNIVERSITAS LEIDEN/KITLV

Foto istri Panglima Polim yang sering disebut sebagai Cut Nyak Dien dalam beberapa publikasi di Indonesia.

Dari laman itu pula, kita akhirnya bisa melihat wajah asli pahlawan nasional Cut Nyak Dien, yang berbeda dengan sketsa-sketsa di beberapa buku sejarah anak sekolah. Bahkan, dari laman itu kita mendapatkan wajah seorang wanita yang sering disebut sebagai wajah asli Cut Nyak Dien, padahal dia sesungguhnya adalah istri pahlawan asal Aceh lain, Panglima Polim. Dengan kata lain, laman dokumentasi Universitas Leiden itu sering dipakai berbagai pihak selama ini, bahkan untuk bahan informasi palsu.

UNIVERSITAS LEIDEN/KITLV

Satu-satunya foto Cut Nyak Dien yang ada sampai saat ini.

Beberapa foto tidak ditampilkan secara daring (online) karena berbagai pertimbangan, termasuk pertimbangan hak cipta. Beberapa foto koleksi khusus ini buatan tahun 1970-an.

UNIVERSITAS LEIDEN/KITLV

Beberapa foto yang tidak ditampilkan secara daring.

Sesungguhnya Indonesia telah banyak difoto oleh berbagai pihak, bahkan tidak lama setelah fotografi ditemukan. Kalau koleksi Universitas Leiden umumnya dibuat pihak Pemerintah Belanda, sedangkan foto-foto Indonesia di abad ke-19 sampai awal abad ke-20 banyak dibuat oleh studio foto Woodbury and Page.

Pada tahun 2000 sampai 2002, saya pribadi sempat memindai foto-foto lama Sumatera Utara koleksi Tengku Lukman Sinar (almarhum), Sultan Serdang. Menurut Pak Lukman, foto-foto hitam putih yang rata-rata berukuran 20 cm x 30 cm itu merupakan warisan keluarganya yang didapat dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Belanda.

UNIVERSITAS LEIDEN/KITLV

Sketsa wajah Pangeran Diponegoro.

Sudah saatnya Pemerintah Indonesia membeli berbagai koleksi itu untuk dijadikan sebuah buku sejarah yang bisa diakses semua warga. Dokumentasi visual itu adalah dokumentasi sangat berharga dan lebih memberikan data asli yang bisa memancing data selanjutnya.