Muda Film ”Bebas”, Tak Sekadar Indahnya Nostalgia SMA

bebas akses FILM

Film ”Bebas”, Tak Sekadar Indahnya Nostalgia SMA

Film Bebas yang merupakan adaptasi dari film box office Korea yang berjudul Sunny bakal mengajak penonton mengingat kembali masa SMA yang seru.

Oleh ESTER LINCE NAPITUPULU
· 6 menit baca
DOKUMENTASI MILES FILMS

Film Bebas, cerita dua masa dengan nostalgia SMA dan masa kini. Film ini bercerita soal persahabatan yang tergabung dalam Geng Bebas.

Film Bebas yang merupakan adaptasi dari film box office Korea yang berjudul Sunny bakal mengajak penonton mengingat kembali masa SMA yang seru. Film yang bakal tayang pada 3 Oktober 2019 dengan banyak pemain film papan atas ini bercerita tentang masa SMA yang bukan sekadar hura-hura sampai masa reuni. Dalam rentang waktu nostalgia dan reuni, film ini penuh drama dan konflik.

Produser film Bebas, Mira Lesmana, yang jadi bintang tamu di acara inaugurasi magangers Kompas Muda Batch XI di Jakarta, Sabtu (3/8/2019), menuturkan, meskipun mengusung nostalgia SMA di tahun 1990-an, kisah masa SMA selalu bisa masuk untuk semua kalangan, termasuk anak SMA zaman sekarang. Kisah masa SMA bakal selalu dikenang dalam perjalanan hidup seseorang karena tidak mudah dilupakan.

Mira mengisahkan, dua tahun lalu dirinya mendatangi Busan, Korea Selatan, untuk sebuah proyek. Tiba-tiba, Mira didatangi CJ Entertainment.
”Mereka bilang sebagai penggemar film saya, yaitu Ada Apa dengan Cinta. Lalu, dikatakan mereka ingin filmnya yang berjudul Sunny di-remake di  Indonesia. Sebelumnya, film itu sudah di-remake di Vietnam dam Jepang,” ujar Mira.

Menurut Mira, awalnya ia belum menonton film Sunny yang masuk kategori box office di tahun 2011. ”Agak malas juga jika mirip-mirip dengan AADC. Tapi, sutradara saya, Riri Riza, sudah menonton duluan dan menyebutkan bahwa film ini bagus banget,” ujarnya.

Mira pun setuju untuk mengadaptasi Sunny ke versi Indonesia. Judul film diubah menjadi Bebas.

”Jadi, Bebas ini tuh nama geng. Di film Korea, nama geng mereka Sunny, jadi Sunny ini diambil dari sebuah lagu tahun 70-an. Tapi, film ini di Indonesia setting-nya di tahun 90-an, ada satu lagu terkenal sekali berjudul ’Bebas’ yang dinyanyikan rapper Iwa K,” tutur Mira menjelaskan.

Film adaptasi ini juga berbeda dengan film aslinya. Pada film Sunny, anggota geng tujuh orang yang semuanya perempuan. Adapun di film Bebas, anggota geng terdiri dari lima perempuan dan satu laki-laki, ”Di Korea, kan, tentang sekolah yang berisikan cewek-cewek, sementara di film Bebas kami memutuskan di sekolah negeri yang isinya campur. Buat saya itu lebih Indonesia,” kata Mira.

Di dalam cerita ini juga disuguhkan isu perundungan, lalu kekuatan remaja perempuan. Ini akan menjadi menarik bagi anak-anak bahwa tahun 1990-an itu bisa dibilang lahirnya pop culture di Indonesia dan band yang bermunculan dengan lagu-lagu yang menarik pula.

”Sebenarnya ini bisa dibilang eranya ibu kalian. Di dalam film ini ada kurang lebih 10 lagu tahun 1990-an yang membuat suasana jadi seperti zaman 1990,” kata Mira kepada magangers Kompas Muda yang masih siswa SMA/SMK.

Mira mengaku senang membuat film dengan nuansa anak-anak SMA. Meskipun film produksi Miles Films punya beragam tema, seperti anak-anak usia sekolah dan anak SMA.

KOMPAS/ESTER LINCE NAPITUPULU

Mira Lesmana berbagi kisah soal pembuatan film Bebas di acara inaugurasi magangers Kompas Muda Batch XI di Jakarta, Sabtu (3/8/2019). Film Bebas bakal tayang di bisokop mulai 3 Oktober 2019.

”Saya merasa anak SMA sekarang dan di mana pun punya kesamaan, yakni rasa ingin bisa bebas bereskpresi, memilih jalan hidupnya mau ke mana, dan juga bebas memilih sahabat yang terbaik,” kata Mira.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Konten premium, independen.

Anda sedang mengakses konten premium Kompas.id secara gratis.

Mira mengaku sangat memegang teguh prinsip itu agar film ini tetap berkaitan dengan anak zaman sekarang, apalagi dibarengi dengan berbagai musik-musik. Anak muda sekarang pun lebih masuk dengan genre musik apa pun. Ditambah film ini juga memberikan nuansa masa SMA sangat kental, di mana masa SMA bisa dibilang masa yang paling indah, paling seru, dan banyak cerita mengenai persahabatan. Jadi, hal-hal ini yang mungkin bisa menarik perhatian anak muda sekarang untuk menonton film ini.

Film Bebas ini sudah mengeluarkan teaser sekitar 1 menit. Baru bulan depan bakal ada trailer-nya. Namun, di poster atau teaser-nya pada geng remaja terdapat enam orang dan pada geng dewasanya hanya ada lima orang.

”Jika kita pos ke media sosial banyak yang nanya, ke mana satu lagi? Namun, kami tetap merahasiakan, jadi nonton saja,” kata Mira.

Soal pemain, Mira mengatakan jumlahnya cukup banyak dengan waktu casting hampir tiga bulan lebih, ”Saya dan Riri Riza ketika memilih pemain itu ingin menampilkan wajah-wajah yang familiar dengan orang banyak. Kadang, jika pemainnya putih semua, wajahnya sama semua, kami jadi tidak bisa membedakan pemain itu siapa. Namun, kita itu perlu suatu keunikan yang lain,” tutur Mira.

DOKUMENTASI MILES FILMS

Pemeran film Bebas ketika dewasa, Susan Bachtiar, Marsha Timothy, Widi Mulia, Indy Barends, Baim Wong.

Film yang digarap Mira Lesmana yang berjudul Bebas ini memiliki keunikan sendiri dibandingkan dengan film-film yang pernah dibuat oleh Mira. Film Bebas ini adalah film yang pemainnya paling banyak, kemudian ini juga menjadi film pertama yang mengambil musik original tahun 1990-an dan ada beragam pencipta dan penyanyinya.

”Belum pernah ada film yang dengan dua masa kita ceritakan dalam satu film, yaitu 2019 dan 1990-an. Sebenernya jangan dibayangkan seperti flashback. Ini benar-benar ada cerita yang semuanya benar-benar menjadi satu, sangat menarik dan unik sampai kita tidak sadar bahwa ini sebenrnya adalah dua masa,” kata Mira.

Mira Lesmana juga sering menggarap film mengenai kehidupan anak muda, bahkan kehidupan anak kecil yang ia tuangkan di film Petualangan Sherina pada 2000, Ada Apa dengan Cinta, dan lain-lain, ”Dan, saya mencoba merepresentasikan Indonesia tidak hanya di Jawa saja, jadi saya garap Laskar Pelangi di Belitung dan yang lainnya ada dari NTT, Sumba, dan lain-lain,” katanya.

Sound engineer Satrio Budiono yang terlibat di film Bebas menyebut ada tantangan dalam membuat film dengan nuansa 1990-an. ”Banyak beda untuk sound yang perlu diperhatikan untuk bisa menggambarkan nuansa tahun 1990-an. Kondisi sekarang, kan, tertautnya lama sekali. Misal suara sepeda motor zaman sekarang yang banyak matic, beda dengan tahun 1990-an. Termasuk juga memproses sound untuk lagu-lagunya supaya bisa masuk ke zaman sekarang,” ujar Satrio.

Dari teaser singkat yang sudah dirilis, film Bebas dimulai dengan Vina dewasa (Marsha Timothy) membuka foto masa lalu, cuplikan gambar kemudian memperlihatkan berbagai momen di masa SMA, cinta pertama, keluarga, dan reuni. Lalu, ada Vina remaja (Maizura) tersipu saat dilirik oleh Jaka remaja (Kevin Ardilova).

Melalui teaser ini juga disuguhkan kejutan dari Jefri Nichol dan Amanda Rawles dalam karakter yang jauh berbeda dari peran-peran mereka sebelumnya. Teaser kemudian ditutup dengan tendangan Kris remaja (Sheryl Sheinafia) dan Kris dewasa (Susan Bachtiar).

Mira mengatakan film Bebas membuka peluang untuk digelarnya nonton bareng bersama-sama teman SMA untuk reunian. Siap-siap nonton, yuk. (*)

Editor -
Bagikan