Olahraga Federer Obati ”Patah Hati”

bebas akses Tenis

Federer Obati ”Patah Hati”

CINCINNATI, SENIN — Kekalahan dari Novak Djokovic pada final Wimbledon, Juli, membuat Roger Federer patah hati. Setelah liburan bersama keluarga dengan karavan, Federer mencoba menghilangkan rasa patah hatinya dengan kembali ke lapangan tenis. Dia mengejar gelar kedelapan di Cincinnati, AS.

Oleh Yulia Sapthiani
· 4 menit baca
GETTY IMAGES/MATTHIAS HANGST

Ekspresi Roger Federer setelah kalah dari Novak Djokovic pada laga final Grand Slam Wimbledon di All England Lawn Tennis and Croquet Club, Wimbledon, London, Inggris, Minggu (14/7/2019). Federer akan kembali tampil di Cincinnati Masters, pekan ini.

CINCINNATI, SENIN — Kekalahan dari Novak Djokovic pada final Wimbledon, Juli, membuat Roger Federer patah hati. Setelah liburan bersama keluarga dengan karavan, Federer mencoba menghilangkan rasa patah hatinya dengan kembali ke lapangan tenis. Dia mengejar gelar kedelapan di Cincinnati, AS.

”Saya tidur di karavan sehari setelah final Wimbledon. Langkah pertama dari tempat tidur terasa berat. Tidur saya pada malam itu juga sangat buruk. Namun, anak-anak sangat menginginkan liburan itu, jadi kami melakukannya,” kata Federer, Senin (12/8/2019), sehari sebelum penampilan perdananya di Cincinnati.

Pada turnamen ATP Masters 1000 itu, Federer yang menjadi unggulan ketiga dan mendapat bye pada babak pertama akan melawan Juan Ignacio Londero (Argentina) pada laga pembukanya. Ini menjadi turnamen pertamanya setelah dikalahkan Novak Djokovic, 6-7 (5), 6-1, 6-7 (4), 6-4, 12-13, pada final Wimbledon.

Kekalahan yang menggagalkannya meraih gelar Grand Slam ke-21 itu membuat Federer sangat kecewa. Liburan bersama istri dan empat anaknya di alam membuat kekecewaannya menghilang.

Setelah melewatkan Kanada Masters, pekan lalu, Federer bergabung dalam persaingan di lapangan keras  pada musim panas di Amerika. Begitu pula dengan Djokovic, pesaing terkuatnya di lapangan berkarakter cepat seperti rumput dan lapangan keras.

Federer, yang berusia 38 tahun pada 8 Agustus, harus segera meningkatkan level permainannya dalam masa persiapan Grand Slam terakhir pada setiap musim, AS Terbuka, yang tahun ini berlangsung 26 Agustus-8 September. Jika tidak, statusnya sebagai petenis putra dengan gelar Grand Slam terbanyak terancam digeser rivalnya. Nadal telah mengumpulkan 18 gelar juara, sementara Djokovic dengan 16 gelar.

Di Cincinnati, Federer dan Djokovic akan kembali bersaing dan berpeluang bertemu di semifinal. Djokovic harus melewati dulu Sam Querrey pada penampilan pertama di babak kedua.

Pada 2018, gelar di Cincinnati telah menjadikan Djokovic sebagai petenis yang menjuarai semua turnamen berkategori ATP Masters 1000. Djokovic mengumpulkan 33 gelar dari sembilan ATP Masters 1000.

Persaingan Djokovic dan Federer menjadi persaingan tersisa dari rencana reuni ”Big Four” di Cincinnati yang batal terjadi. Rafael Nadal, juara Kanada Masters, mengundurkan diri karena kelelahan. Adapun Andy Murray tersingkir pada babak pertama setelah dikalahkan Richard Gasquet, 4-6, 4-6.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Konten premium, independen.

Anda sedang mengakses konten premium Kompas.id secara gratis.

Ini menjadi penampilan pertama Murray dalam nomor tunggal setelah Australia Terbuka, Januari. Setelah tersingkir pada babak pertama Australia Terbuka, Murray menjalani operasi pinggul, lalu bertanding kembali pada Juni di nomor ganda putra dan campuran.

Persaingan Djokovic dan Federer menjadi persaingan tersisa dari rencana reuni ”Big Four” di Cincinnati yang batal terjadi.

Penampilan di Cincinnati, semula, menjadi persiapannya untuk bertanding dalam tunggal putra AS Terbuka. Murray tak lagi merasa kesakitan ketika melawan Gasquet. Namun, dia belum siap untuk bersaing pada tunggal putra di Flushing Meadows meski panitia AS Terbuka telah menawarinya wild card.

Keputusan membatalkan penampilan pada tunggal putra AS Terbuka tak hanya didasarkan pada penampilan melawan Gasquet. Dia juga mempertimbangkan kondisinya seusai pertandingan. Murray menilai, kondisinya tak terlalu bugar setelah pertandingan.

”Kaki saya terasa lebih berat dari biasanya. Kondisi ini kemungkinan tak akan berubah dalam beberapa pekan mendatang,” kata Murray yang akan bermain ganda putra dan campuran di Flushing Meadows.

Tunggal putri

Pada tunggal putri, kemenangan atas Alison Riske, 6-3, 7-6 (4), pada babak pertama akan mempertemukan Maria Sharapova dengan unggulan pertama, Ashleigh Barty, pada babak kedua. Memiliki statistik kemenangan, 1-1, pada dua pertemuan sebelumnya, Barty memenangi pertemuan terakhir pada babak keempat Australia Terbuka.

Sementara hingga Selasa malam waktu Indonesia, nama Serena Williams masih ada dalam daftar undian turnamen. Serena tak menyelesaikan final melawan Bianca Andreescu, saat tertinggal 1-3, pada final WTA Premier Toronto, akhir pekan lalu, karena cedera punggung. Kondisi tersebut membuatnya menangis sesaat setelah menyatakan tak melanjutkan pertandingan kepada wasit.

Serena dijadwalkan melawan Zarina Diyas pada babak kedua yang berlangsung Selasa malam waktu setempat atau Rabu pagi waktu Indonesia. (AP)

Editor -
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 14 Agustus 2019 di halaman 20 dengan judul "Federer Obati "Patah Hati"". baca epaper kompas