Olahraga Moukoko, Keajaiban Baru Dortmund

bebas akses Pemain Bintang

Moukoko, Keajaiban Baru Dortmund

Meskipun baru berusia 14 tahun, Youssoufa Moukoko menghipnotis sepak bola Eropa lewat ketajamannya mencetak gol. Rekor demi rekor dipecahkannya bersama akademi klub Jerman, Borussia Dortmund. Tak mengherankan, ia kini menyandang status “bocah ajaib” di Jerman.

Oleh Yulvianus Harjono
· 3 menit baca

Meskipun baru berusia 14 tahun, Youssoufa Moukoko menghipnotis sepak bola Eropa lewat ketajamannya mencetak gol. Rekor demi rekor dipecahkannya bersama akademi klub Jerman, Borussia Dortmund. Tak mengherankan, ia kini menyandang status “bocah ajaib” di Jerman.

Jajaran pelatih di klub Jerman, Wuppertaler SV, gelisah dan sulit tidur nyenyak menjelang laga kontra Borussia Dortmund di pekan pembuka musim baru Liga Jerman U-19, Minggu (11/8/2019) lalu. Kegelisahan itu berpangkal ke satu nama, yaitu Moukoko, striker Dortmund yang baru saja promosi dari tim U-17 Dortmund.

Menjelang laga itu, Wuppertaler diteror berbagai berita yang menceritakan kehebatan Moukoko. Meskipun usianya baru 14 tahun, striker setinggi 1,7 meter itu masuk skuad inti di tim U-19 Dortmund. Kepercayaan itu tidak terlepas dari kiprah menakjubkannya di tim U-17 Dortmund musim lalu. Dalam 25 laga saat itu, ia mengemas 46 gol. Ini rekor baru di Jerman.

Benar saja, mimpi buruk mereka menjadi realita, Minggu. Markas Wuppertaler tidak ubahnya arena latihan Moukoko. Dalam waktu hanya 17 menit, bocah berdarah Kamerun dan Jerman itu mencetak tiga gol alias hattrick. Begitu laga berakhir, Moukoko telah mencetak total enam gol. Wuppertaler diremukkan Dortmund, 2-9.

”Kami sudah diperingatkan sebelumnya. Namun, apa yang bisa kami lakukan? Bocah ini sungguh terlalu hebat. Angkat topi untuknya,” tulis Wuppertaler lewat keterangan resminya seusai laga yang menandai debut Moukoko di Liga Jerman U-19 itu.

Moukoko menjadi ”produk” terakhir yang menandai kepiawaian Dortmund di dalam melahirkan talenta-talenta hebat dunia. Ia merunut jejak seniornya seperti Marco Reus, Nuri Sahin, Mario Goetze, dan Jordan Sancho, yang terlahir dari rahim akademi klub Dortmund. Deutche Welle pun menjulukinya sebagai ”Pele Jerman”.

Seperti halnya Pele yang telah mengilap bersama klub Brasil, Santos, sejak usia belia, Moukoko tampil memukau di hampir setiap laga yang dijalaninya. Ia tidak hanya cepat dan tajam, melainkan juga pandai membaca permainan timnya dan lawan. ”Dia lapar kesuksesan, pekerja keras, dan memberikan senyuman yang membedakannya dengan anak-anak lainnya. Ia punya alat-alat untuk sukses,” ujar Lars Ricken, Manajer Akademi Dortmund, dikutip Bild.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Konten premium, independen.

Anda sedang mengakses konten premium Kompas.id secara gratis.

Kepiawaiannya mencetak gol membuat Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) bergerak cepat. Bocah kelahiran Yaounde, Kamerun, itu ditawari membela tim nasional U-16 Jerman pada 2018. Laga timnas U-16 Jerman kontra Austria, September 2018, menandai debutnya di timnas negeri perantauannya itu. Di tim itu, ia tidak kalah mengilap dan mengemas tiga gol di empat laga.

Potensi besar Moukoko juga membuat aparel ternama dunia, Nike, kepincut. Mereka mengikatnya dengan dana sponsor senilai 10 juta euro atau setara Rp 159 miliar, Mei 2019. Sayangnya, karena usianya yang masih sangat muda, ia harus menunda ambisi tampil di tim senior Dortmund. Ia paling cepat bisa tampil di Liga Jerman pada musim 2021-2022, saat berusia 17 tahun.

”Bocah ini tidak diragukan, akan menjadi pemain profesional suatu hari. Ia cepat beradaptasi dengan tim kami. Hanyalah cedera yang bisa menghentikannya (mencetak gol),” ujar Michael Skibbe, pelatih U-19 Dortmund.

Masalah umur

Meskipun demikian, kehebatannya itu bukan tanpa cela. Moukoko sempat dicurigai mencuri umur alias lebih tua daripada usianya yang terdaftar. Ayahnya, Joseph, pun angkat bicara. ”Setelah kelahirannya, saya mendaftarkannya ke konsulat Jerman di Yaounde (ibu kota Kamerun). Ia tidak mungkin lebih tua daripada usianya saat ini karena ibunya, Marie, hanyalah 28 tahun saat ini,” ujarnya dikutip ESPN.

Terlepas dari masalah usia itu, hanya satu hal yang ada di kepala Moukoko saat ini. Ia bertekad menjadi bintang masa depan Dortmund. ”Saya ingin tampil di Liga Champions dan meraih Ballon d’Or (penghargaan pesepak bola terbaik sejagat),” ujarnya.

Editor -
Bagikan