Hiburan Pameran Seni Rupa Power of Jawa di Bentara Budaya Jakarta

bebas akses Pameran

Pameran Seni Rupa Power of Jawa di Bentara Budaya Jakarta

Bentara Budaya Jakarta menggelar pameran seni rupa bertajuk Power of Jawa yang dipersembahkan kelompok Liquid Colour dari Yogyakarta pada 16-24 Agustus 2019.

Oleh Aloysius Budi Kurniawan
· 2 menit baca

Bentara Budaya Jakarta menggelar pameran seni rupa bertajuk Power of Jawa yang dipersembahkan kelompok Liquid Colour dari Yogyakarta pada 16-24 Agustus 2019. Pameran ini akan dibuka oleh pencinta seni, Benny Santosa Halim, Jumat (16/8/2019) pukul 15.00.

Sejumlah 30 karya bakal dipamerkan. Beberapa seniman yang akan tampil adalah Choerodin Roadyn, Muji Harjo, Endro Banyu, Sigit Raharjo, dan Lenny Ratnasari W. Mereka mencoba menerjemahkan makna atas tema, sejalan dengan pendalaman filosofinya masing-masing, mulai dari  kehidupan batin dan lahiriah manusia, pencarian diri, lingkungan terdekat sekitarnya, hingga falsafah gotong royong yang menjadi ciri masyarakat Indonesia.

Ika W  Burhan, Ketua Pengelola Bentara Budaya Jakarta, mengatakan,  kendati mengangkat tajuk Power of Jawa, para seniman ini tidak ingin sekadar bernostalgia atas masa silam, tetapi juga ingin membagikan pesan pengingat perihal perubahan kondisi sosial dan budaya kini yang acap mengejar kecepatan, kepraktisan, dan kemudahan, tetapi mengesampingkan sopan santun, unggah-ungguh, kearifan lokal, bahkan nilai sosial yang dulu dijunjung tinggi.

Alex Luthfi, pendiri Saung Banon Arts Yogyakarta, menyebutkan bahwa masing-masing seniman sebenarnya merespons filosofi budaya Jawa yang selalu mengutamakan keseimbangan. Nilai-nilai falsafah ini begitu kentara, terutama dalam karya kolaborasi Choerodin Roadyn, Muji Harjo, Endro Banyu, dan Sigit Raharjo, berjudul ”Power of Jawa” (oil, acrylic on canvas, 580 cm x 200 cm, 4 panel).

Karya ini secara kreatif mengolah imaji atas Candi Borobudur, sebuah situs sejarah yang dipandang sebagai salah satu puncak   peradaban kebudayaan Jawa dan spirit kehidupan bagi masyarakatnya. Para ahli bidang sejarah dan arkeologi menyebut Borobudur dibangun sebagai monumen dan tempat ziarah  yang di dalamnya terdapat banyak sekali simbol-simbol ajaran dan  manifestasi kehidupan manusia.

”Di dalam imaji saya, tentang pembangunan Borobudur, tergambar spirit kerja bahu membahu, gotong-royong mendirikan monumen sebagai penghormatan terhadap keyakinan agama yang kemudian menjadi cermin peradaban bangsa. Menghayati spirit pembangunan Borobudur tampaknya telah  menjelma ke dalam sifat orang Jawa, yaitu mengedepankan gotong-royong, menyatukan satu visi,” kata Alex Luthfi.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Konten premium, independen.

Anda sedang mengakses konten premium Kompas.id secara gratis.

Liquid Colour Community bergiat di Yogyakarta. Berawal dari pertemuan di sebuah pameran, seniman-seniman anggota kelompok komunitas Liquid Colour ini memutuskan untuk bergabung dan mengadakan pameran bersama. Nama Liquid Colour diambil dari tema pameran yang mereka laksanakan di Bentara Budaya Yogyakarta pada tahun 2017. Seniman yang tergabung dalam komunitas ini  memiliki ciri khas tersendiri dalam karya masing-masing.

Acara pameran ini akan dirangkai pula dengan lokakarya melukis di atas media batu pada Jumat (16/8/ 2019) pukul 15.00 di Bentara Budaya Jakarta. Pendaftaran lokakarya ke 081282252401 (Kondang).

 

 

 

 

Editor -
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 15 Agustus 2019 di halaman 8 dengan judul "Pameran Seni Rupa “Power of Java” di Bentara Budaya Jakarta". baca epaper kompas