Politik & Hukum Presiden Ke-3 RI BJ Habibie Berpulang

bebas akses Indonesia Berduka

Presiden Ke-3 RI BJ Habibie Berpulang

Rakyat Indonesia kembali dirundung duka. Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di usia 83 tahun.

Oleh Andy Riza Hidayat/Khaerudin
· 3 menit baca
KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ

BJ Habibie membaca salah satu koleksinya di perpustakaan Habibie Ainun, Jakarta, Senin (11/8/2014). Selain sebagai perpustakaan, ruangan ini juga difungsikan sebagai tempat diskusi dan pertunjukan musik. 

JAKARTA, KOMPAS — Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal pada usia 83 tahun. Habibie meninggal dalam kondisi kritis karena sakit, Rabu (11/9/2019) pukul 18.05, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta. Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936, itu meninggalkan dua anak laki-laki.

Sesaat setelah kepergian Habibie, Presiden Joko Widodo mendatangi RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Mewakili pemerintah, Presiden Jokowi menyampaikan duka mendalam atas kepergian Habibie.

”Saya menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah, Bapak Profesor BJ Habibie, pukul 18.05, di RSPAD Gatot Soebroto,” kata Presiden di hadapan jurnalis.

Presiden merasa kehilangan atas kepergian Habibie. Tiga hari sebelumnya, Presiden menjenguk almarhum Habibie. Namun, tidak banyak yang bisa dibicarakan Presiden karena kondisi Habibie yang kritis. Semasa hidupnya, Presiden mengatakan sering bertukar pikiran dengan Habibie mengenai persoalan negara. Habibie, lanjut Presiden, kerap menawarkan solusi atas persoalan yang terjadi.

”Saya kira, beliau seorang negarawan yang patut kita jadikan contoh dan suri teladan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan bisa melanjutkan apa yang dicita-citakan Profesor Habibie selama hidupnya,” kata Presiden.

KOMPAS/JB SURATNO

Presiden BJ Habibie, didampingi Menteri Sekretaris Negara Akbar Tandjung dan Menteri Koperasi Adi Sasono, Jumat (12/6/1998), mengadakan inspeksi mendadak ke Pasar Pusat Perdagangan Beras, Cipinang, dan Pasar Jatinegara. Foto dokumentasi Kompas.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Good Day, It's Payday!

Diskon 30% langganan Kompas.id, buku reguler, board game, & kaus. Promo berlaku di official store Harian Kompas di marketplace*, 22-30 September

Selanjutnya, pemerintah akan memfasilitasi kepindahan Habibie ke rumah almarhum di kawasan Patra Kuningan, Jakarta.

Sementara itu, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Suharso Monoarfa, menuturkan kesaksiannya atas kondisi Habibie sebelum meninggal. Rabu siang, ia melihat kondisi Habibie semakin memburuk. Setelah itu, ia mengusulkan pihak keluarga berkumpul di rumah sakit untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak dikehendaki.

”Saat itu kondisinya sulit berbicara, beliau tidak bisa ngomong, tetapi bisa mendengar dengan menggerakkan matanya, napasnya terengah-engah,” kata Suharso.

KOMPAS/DUDY SUDIBYO

BJ Habibie saat menjabat Menteri Riset dan Teknologi.

Thareq Kemal Habibie, salah satu putra Habibie, menyampaikan pernyataan duka sesaat setelah kepergian ayahnya. Berikut pernyataan Thareq kepada jurnalis.

Bismillahir-rahmanir-rahim. Saudara sekalian, atas nama Allah Yang Maha Besar, kami dengan sangat berat mengucapkan, ayah saya, Bacharuddin Jusuf Habibie, presiden ke-3 RI, telah meninggal dunia pukul 18.05. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Alasan mengapa meninggal, sudah menua dan memang kemarin saya katakan gagal jantung. Karena sudah menua, mengakibatkan organ-organ itu degenerasi, melemah, menjadi tidak kuat. Maka pukul 18.05 dengan sendirinya jantungnya melemah. Sampai detik terakhir saya ada di situ. Hari ini presiden ke-3 RI BJ Habibie sudah meninggal dunia.”

Editor -
Bagikan