Ekonomi Bill Gates Komit Bantu Keuangan Inklusif Perempuan RI

bebas akses Pemberdayaan Perempuan

Bill Gates Komit Bantu Keuangan Inklusif Perempuan RI

Pendiri Microsoft, Bill Gates, tertarik membantu peningkatan sistem inklusi keuangan untuk perempuan-perempuan di Indonesia.

Oleh Susana Rita dari Lyon, Perancis
· 4 menit baca
KOMPAS/dokumen pribadi

Dato Sri Tahir beserta keluarga bertemu dengan pendiri Microsoft, Bill Gates, Rabu (9/10/2019), di Lyon, Perancis. Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai sejumlah bantuan untuk pemberantasan penyakit AIDS, TBC, dan malaria. Bill Gates juga tertarik membantu keuangan inklusif untuk perempuan-perempuan di Indonesia.

LYON, KOMPAS — Pendiri Microsoft, Bill Gates, tertarik membantu peningkatan sistem inklusi keuangan untuk perempuan-perempuan di Indonesia. Bantuan itu akan dijadikan satu dengan bantuan untuk program family planning atau keluarga berencana dan microfinance.

”Saya ajak (Bill Gates) karena itu akan meng-upgrade kehidupan juga,” ujar Dato Sri Tahir, pendiri Mayapada Group, Rabu (9/10/2019), seusai bertemu dengan Bill Gates di sela-sela acara Global Fund Sixth Replenishment Conference di Lyon, Perancis.

Model bantuan keuangan inklusif itu telah dilakukan Bill and Melinda Gates Foundation di beberapa negara, seperti India, Pakistan, dan negara-negara Afrika. Sebelumnya, pada Maret 2017, Presiden Joko Widodo telah bertemu dengan Melinda Gates selaku Co-Chair and Trustee Bill and Melinda Gates Foundation di Jakarta dan membahas mengenai pemberian bantuan tersebut.

Apabila bantuan tersebut terlaksana, Tahir mengatakan, pihaknya juga akan menyiapkan dana untuk kepentingan tersebut.

Dia bilang, oke bagus. Dia akan pulang dan mengutus orang untuk mengeskplor (rencana tersebut). Tiga hal, yaitu microfinance, family planning, dan sell group ini mau digabung menjadi satu.

(AP PHOTO/MARK SCHIEFELBEIN)

Bill Gates, pendiri Microsoft dan salah satu orang terkaya di Amerika. Gates sedang mendengarkan pemaparan dari pembicara di Reinvented Toilet Expo, di Beijing, Selasa (6/11/2018).

Pertemuan khusus

Kemarin, Tahir beserta istrinya, Rosy Tahir; anaknya, Jonathan Tahir; dan cucunya, Emily Tahir, bertemu secara khusus di Hotel Crown Plaza, Lyon, Perancis. Pertemuan selama kurang lebih 30 menit itu diakhiri dengan sesi foto bersama.

Menurut Tahir, pembicaraan utama dalam pertemuan tersebut adalah menyangkut perkembangan penanganan penyakit malaria, nemokukus. Penyakit ini masih masih banyak di wilayah Indonesia Timur, seperti Papua.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Presiden Dilantik, Dapatkan Diskon Terbaik!

Khusus 20 Oktober 2019, nikmati diskon 50% untuk berlangganan Kompas Digital Premium, buku, board game, dan kaus. Gunakan kode DILANTIK50.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, masih terdapat lima provinsi dengan kasus malaria tertinggi di Indonesia. Kelima provinsi tersebut antara lain Papua dengan 176.070 kasus, Nusa Tenggara Timur dengan 18.386 kasus, Papua Barat dengan 7.957 kasus, Lampung dengan 3.181 kasus, dan Kalimantan Timur dengan 2.297 kasus.

Secara nasional, mengacu pada data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, kasus malaria turun hingga 75 persen pada 2010 hingga 2018. Pada 2010, kasus  malaria yang ditemukan di Indonesia mencapai 465.764 kasus. Delapan tahun sesudahnya, yakni pada 2018, ditemukan 222.085 kasus malaria.

Pemerintah telah membuat target eliminasi nasional malaria pada 2030. Untuk tahap pertama, ditargetkan kawasan Jawa dan Bali terverifikasi eliminasi malaria oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2023 (Kompas, 14/5/2019).

KOMPAS/dokumen pribadi Tahir

Dato Sri Tahir beserta keluarga bertemu dengan pendiri Microsoft, Bill Gates, Rabu (9/10/2019), di Lyon, Perancis. Pertemuan tersebut membahas mengenai sejumlah bantuan untuk pemberantasan penyakit AIDS, TBC, dan malaria. Bill Gates juga tertarik membantu keuangan inklusif untuk perempuan-perempuan di Indonesia.

Selain soal malaria, menurut Tahir, Bill Gates juga mengingatkan tentang bantuan vaksin pneumonia untuk Indonesia. ”Vaksin yang kita beli harganya 18 dollar AS per vaksin, dia tawarkan dengan harga 2 hingga 3 dollar AS. Untuk vaksinasi ini, misalnya saya 3 juta dollar AS, Cargill 3 juta dollar AS, dan Bill Gates 3 juta dollar AS sumbang ke Indonesia,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Tahir juga mengundang Bill Gates untuk datang ke Indonesia. Menurut dia, Bill Gates menjanjikan untuk ke Indonesia pada Juli mendatang, di sela-sela kunjungannya ke Tokyo, Jepang, saat pelaksanaan Olimpiade.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Global Fund Peter Sands dalam acara Global Fund Sixth Replenishment Conference di Lyon menyatakan rasa terima kasihnya kepada Dato Sri Tahir. Pasalnya, Tahir komitmen terus mendukung Global Fund. ”Dato Tahir telah mengajak pengusaha-pengusaha lain untuk berjuang melawan penyakit, tiga penyakit epidemik ini,” katanya, kemarin.

Menurut Peter, kontribusinya merupakan yang terbesar yang dibuat oleh yayasan swasta dari negara berkembang. ”Sumbangannya ini akan digunakan untuk membantu langkah-langkah diagnosis, penanganan, dan mencegah AIDS, tuberkolusis, dan malaria yang menjadi penyebab kematian dan disabilitas di Indonesia,” tuturnya lagi.

KOMPAS

Pendiri Microsoft, Bill Gates (kiri), dan Pendiri Tahir Foundation, Dato Sri Tahir, menghadiri peluncuran program Indonesia Health Fund, di Jakarta, Sabtu (5/4). Bill Gates dan delapan pengusaha Indonesia mendonasikan dana sebesar 80 juta dollar AS yang digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan, seperti malaria, TBC, HIV-AIDS, demam berdarah, serta keluarga berencana (KB) di bawah program Global Fund.

Editor -
Bagikan