Olahraga Juara Bertahan Perbesar Peluang

bebas akses Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Yunior 2019

Juara Bertahan Perbesar Peluang

Peluang Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil untuk mempertahankan gelar juara dunia bulu tangkis yunior terbuka setelah kedua melaju ke babak 16 Besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Yunior di Kazan, Rusia.

Oleh Denty Piawai Nastitie
· 3 menit baca
HUMAS PP PBSI

Ganda campuran muda Indonesia Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil saat berlaga pada babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Yunior 2019 di Kazan, Rusia, Rabu (8/10/2019). Le/Indah mengalahkan Ishaan Bhatnagar/Tanisha Crasto (India), 21-13, 21-12 dan maju ke 16 Besar.

KAZAN, RABU – Pasangan ganda campuran Indonesia Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil memperbesar peluang untuk mempertahankan gelar juara dunia yunior. Pada babak ketiga Kejuaran Dunia Bulu Tangkis Yunior 2019, Leo/Indah menaklukkan pasangan India Ishaan Bhatnagar/Tanisha Crasto, 21-13, 21-12.

Dengan kemenangan di Kazan Gymnastic Center, Kazan, Rusia, Rabu (9/10/2019) itu, Leo/Indah yang menjadi unggulan pertama melaju ke babak 16 besar. Pada babak tersebut, juara dunia yunior 2018 ini akan bertemu pasangan China, Chen Xujun/Zhang Ci.

Namun, kemenangan Leo/Indah tidak diikuti rekan-rekannya. M Lucky Andres Apriyanda/Helena Ayu Puspitasari menyerah pada Rasmus Espersen/Christine Busch (Denmark), 19-21, 19-21. Adapun Dwiki Rafian Restu/Metya Inayah Cindiani takluk dari unggulan ketiga asal Thailand, Ratchapol Makkasasithorn/Benyapa Aimsaard, 15-21, 14-21.

Leo/Indah merupakan harapan baru ganda campuran Indonesia. Pada tahun ini, mereka dua kali lolos ke final dan berakhir sebagai juara, pada Pembangunan Jaya Raya Yunior Grand Prix dan Kejuaraan Asia 2019. Pada dua ajang tersebut, Leo juga menjadi juara ganda putra berpasangan dengan Daniel Marthin.

HUMAS PP PBSI

Ganda campuran muda Indonesia Leo Rolly Carnando (kanan)/Indah Cahya Sari Jamil saat berlaga pada babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Yunior 2019 di Kazan, Rusia, Rabu (8/10/2019).

Tahun lalu, Leo/Indah merebut gelar juara dunia yunior setelah mengalahakan sesama pemain pelatnas, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, 21-15, 21-9 Tampil sebagai juara bertahan sekaligus unggulan pertama, membuat Leo/Indah ingin mencapai hasil terbaik. Tetapi, pasangan ini tidak mau menjadikan target tersebut sebagai beban. Pasangan ini memilih untuk fokus pada setiap pertandingan.

”Selangkah demi selangkah saja, tidak ada beban. Rasa tegang itu pasti ada, kami jadikan ini sebagai motivasi saja. Kami enggak mau berpikir terlalu jauh ke final, persiapkan diri dulu saja ke laga selanjutnya,” kata Indah, dikutip dari laman PBSI.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Presiden Dilantik, Dapatkan Diskon Terbaik!

Khusus 20 Oktober 2019, nikmati diskon 50% untuk berlangganan Kompas Digital Premium, buku, board game, dan kaus. Gunakan kode DILANTIK50.

Agustus lalu, Leo/Indah mengatakan target mereka adalah mempertahankan gelar juara dunia. Juara Asia 2019 menjadi modal berharga untuk mendapatkan gelar lebih tinggi. Seperti di Kejuaraan Asia, di Kazan Leo juga bermain rangkap pada nomor ganda campuran dan ganda putra dengan Daniel.

Fokus hilang

Pada nomor tunggal putra, Christian Adinata menyerah dari pemain Taiwan, Lin Kuan-Ting, 22-20, 16-21, 17-21. Setelah memenangi gim pertama, Christian unggul pada gim kedua dengan perolehan poin cukup jauh, yaitu 11-4. Tetapi, ia kehilangan delapan poin beruntun sehingga lawan berbalik unggul, 12-11.

Christian menjelaskan, fokusnya hilang sehingga tidak bisa mengendalikan permainan. Lawan juga punya serangan lebih baik dan tidak gampang menyerah di lapangan. Christian mengaku kecewa, tetapi memilih untuk fokus ke turnamen selanjutnya”Kecewa pasti ada, karena saya berharap dapat hasil lebih baik dari ini. Saya belum berhasil di sini, mudah-mudahan berhasil di turnamen yang lain,” ujarnya.

Indonesia mengirim dua wakil tunggal putra ke babak 16 besar, yaitu Bobby Setiabudi yang mengalahkan Kim Tae-rim (Korsel), 21-17, 15-21, 21-13, serta Yonathan Ramlie yang menang atas Enrico Baroni (Italia) 18-21, 21-8, 21-13.

Sementara itu, ganda putri unggulan pertama, Putri Syaikah/Nita Violina Marwah belum menemukan hambatan berarti. Putri/Nita mengamankan tempat di babak 16 besar setelah menang dua gim langsung dari Dilmi Dias/Anurangi Masakorala (Sri Lanka), dengan skor 21-10, 21-9.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 Oktober 2019 di halaman 20 dengan judul "Juara Bertahan Perbesar Peluang". baca epaper kompas