Riset Kajian Data Jebakan Iklan ”Jutaan Orang”

INVESTASI

Jebakan Iklan ”Jutaan Orang”

Mendapat keuntungan berlipat dengan cara mudah menjadi jargon investasi yang mudah melambungkan impian masyarakat. Menumpang perkembangan teknologi informasi, tawaran investasi marak menyerbu ruang pribadi individu.

Oleh YOHANES MEGA HENDARTO
· 6 menit baca
KOMPAS/MEDIANA

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing, Ketua Komunitas Konsumen Indonesia David ML Tobing, dan Kanit Tipideksus Bareskrim Polri Kompol Setyo Bimo Anggoro (dari kanan ke kiri) saat di diskusi Jauhi Jerat Utang Fintech Ilegal, Rabu (16/10/2019), di Jakarta.

Mendapat keuntungan berlipat dengan cara mudah menjadi jargon investasi yang mudah melambungkan impian masyarakat. Menumpang perkembangan teknologi informasi, tawaran investasi marak menyerbu ruang pribadi individu. Literasi investasi penting dipahami agar impian keuntungan tak berubah menjadi kerugian berlipat ganda.

Belakangan, iklan salah satu platform trading binary options  menjadi pembicaraan dan bahan lelucon warganet. Dalam iklan yang kerap muncul di platform Youtube tersebut menampilkan sosok pria yang berhasil sukses melalui transaksi aset yang ditekuninya selama setahun.  Padahal, hingga saat ini binary options masuk dalam radar investasi ilegal di Indonesia.

Sebenarnya menarik jika mencermati pemasaran di balik iklan Binomo, salah satu platform binary options. Iklan berdurasi sekitar dua setengah menit itu berisikan seorang laki-laki muda dan mapan yang menceritakan kisah suksesnya. Tak lupa, ditunjukkan pula bangunan rumah mewah beserta dua perempuan di dalamnya.

Dari awal, tokoh yang ditampilkan berpakaian necis itu sudah menyampaikan pesan tersirat bahwa trading binary options adalah hal yang mudah dan bisa dilakukan oleh siapa pun. ”Jutaan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan 1.000 dollar AS sehari tanpa perlu meninggalkan rumah dan Anda adalah salah satunya,” ujarnya.

Semiotika visual dalam iklan Binomo ditampilkan semata-mata bertujuan agar semakin banyak orang yang bergabung dan melakukan transaksi melalui platform itu.

Dengan iming-iming kekayaan yang dapat diperoleh secara mudah dan instan, banyak pula peminat platform ini. Misalnya, para pembuat konten video di Youtube yang membahas tips dan trik aplikasi ini selalu memperoleh jumlah penonton serta komentar yang banyak.

Instrumen investasi

Padahal, menurut cara kerjanya,  binary options tidak dapat dikatakan sebagai sebuah instrumen investasi. Alasannya, investasi adalah penempatan dana dalam jangka panjang dengan harapan nilai nominal bisa naik di kemudian hari.

Lalu, naik-turunnya nilai investasi tergantung oleh kondisi pasar. Sementara dalam binary options tidak ada pasar atau cenderung mengacu pada permainan bilateral sehingga tidak bisa disebut instrumen investasi ataupun trading.

Dalam binary options hanya ada dua jenis transaksi. Pertama, opsi call, merupakan transaksi pembelian sebuah opsi yang menunjuk kepada satu aset untuk membeli atas kenaikan harga aset tersebut. Kedua, opsi put, yaitu hak menjual sebuah opsi kepada suatu aset atas penurunan harga aset tersebut.

Salah satu pedoman yang dapat dilihat ialah ada atau tidaknya kantor perwakilan mereka di Indonesia.

Pada konteks platform binary options yang beredar belakangan ini, aset yang diprediksikan ialah nilai mata uang dari beberapa negara. Para pengguna platform diminta untuk menebak nilai suatu aset, baik naik atau turun dari sebelumnya.

Jika prediksinya benar, pengguna memperoleh keuntungan berdasarkan modal yang ia setorkan sebelum memberikan prediksi. Jika salah, tentu modalnya hilang. Maka, platform binary options dapat dikatakan memiliki risiko yang sangat tinggi. Akan tetapi, bukankah ada idiom high risk, high return di kalangan para pebisnis investasi? Idiom ini benar, jika diaplikasikan dalam platform yang legal.

Waspada

Binomo bukanlah satu-satunya platform transaksi binary options yang menawarkan jasanya di Indonesia. Masih ada platform lainnya menawarkan jasa serupa seperti IQ Option dan Olymptrade. Jika melacak ketiga platform ini, Binomo dan Olymptrade merupakan anggota dari Financial Commission (Finacom).

Finacom merupakan organisasi regulator mandiri dan badan penyelesai sengketa eksternal yang tidak diatur oleh atau terdaftar sebagai badan penyelesai sengketa di wilayah hukum mana pun.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Dapatkan Cashback 30% dari OVO!

Pakai OVO sebagai metode pembayaran di Gerai Kompas, dapatkan cashback 30% (maksimal Rp10.000) di Kompas.id! Hanya berlaku hingga 31 Desember 201

Ringkasnya, komisi internasional ini berkomitmen untuk menyelesaikan tiap perselisihan yang terjadi antara trader (pengguna investasi) dengan pialang (platform investasi). Dalam lamannya, Finacom turut menyertakan platform-platform investasi yang tidak direkomendasikan sebagai perantara investasi aset karena dinilai bermasalah.

Bappebti dan Otoritas Jasa Keuangan sepakat bahwa platform binary options yang tersebar luas di internet patut diwaspadai.

Di antara deretan nama yang tidak direkomendasikan Finacom, tidak terdapat nama Binomo atau pun Olymtrade. Meski demikian, bukan berarti platform-platform ini 100 persen akan menjamin aktivitas investasi yang dilakukan para penggunanya. Salah satu pedoman yang dapat dilihat ialah ada atau tidaknya kantor perwakilan mereka di Indonesia.

Dari ketiga contoh platform binary options tersebut, semuanya mencantumkan alamat kantor di luar negeri. Untuk Binomo dan Olymptrade, letak kantor yang dijadikan rujukan berada di (Wilayah Persemakmuran Inggris) Saint Vincent dan Grenadine, Kepulaun Karibia.

Sementara IQ Option berada di wilayah Republik Siprus. Artinya, jika sewaktu-waktu ada masalah hukum antara pengguna dan platform, akan terbentur dengan beberapa batasan seperti jarak, waktu, dan sebagainya. Lagipula, sulit untuk memastikan ada atau tidaknya aktivitas bisnis yang nyata di kantor pusat, kecuali mendatanginya secara langsung.

KOMPAS

Polisi menggelar sejumlah barang bukti kasus penipuan yang berkedok perusahaan dagang di Kantor Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Semarang, Rabu (23/3/2010). Ketidak hati-hatian dalam memilih investasi menyebabkan banyak konsumen tertipu karena tergiur kenuntungan berlipat

Negara lain

Kehadiran binary options di negara lain rupanya juga menimbulkan polemik. Biro Investigasi Federal atau The Federal Bureau of Investigation (FBI) telah memasukkan ini dalam kategori kejahatan kerah putih. Dengan kata lain, aktivitas ini setara dengan tindakan korupsi atau pencucian uang karena terkait dengan potensi penipuan atas uang maupun aset lainnya.

Merujuk pada rilis FBI, di 2011 Internet Crime Complaint Center (IC3), menerima 4 laporan penipuan binary options dengan total kerugian 20.000 dollar AS. Lima tahun kemudian, IC3 menerima ratusan laporan serupa dengan kerugian hingga jutaan dollar AS. Itu pun hanya berdasarkan laporan yang diterima oleh IC3, meskipun para korban sebenarnya juga tersebar di sejumlah negara lainnya.

Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC), regulator industri berjangka dan sekuritas di Amerika Serikat menemukan modus-modus penipuan  binary options. Ada tiga modus, yakni menolak mengembalikan dana konsumen, mengabaikan kontak komunikasi dengan konsumen, hingga menuduh konsumen yang justru melakukan penipuan.

KOMPAS

Warga mencermati pemberitaan tentang identifikasi terhadap 262 usaha penawaran investasi ilegal alias bodong berpotensi merugikan masyarakat selaku investor yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan pada Jumat lalu, melalui internet di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2014).

Legalitas

Sementara itu, di Indonesia terdapat dua lembaga negara yang khusus menangani investasi aset semacam ini, yakni Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan (Bappebti) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keduanya sepakat bahwa platform binary options yang tersebar luas di internet patut diwaspadai.

Melalui Siaran Pers April 2019, Satgas Waspada Investasi merilis 43 entitas yang diduga menawarkan investasi tanpa izin. Sebelumnya, dalam laporan Bappebti Oktober 2018, turut mencatat 143 domain website yang diblokir karena tidak memiliki izin usaha.

Tentu saja, di antara kedua rilis tersebut, nama Binomo, Olymptrade, dan IQ Option terdapat di dalamnya. Adapun pemblokiran ini dilakukan oleh Bappebti dan OJK yang berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Merujuk pada laporan Satgas Waspada Investasi, platform investasi yang tersedia dalam laman dan aplikasi pada Google Playstore ini sudah beberapa kali diblokir. Meski begitu, tetap muncul laman dan aplikasi yang sama atau muncul lagi dengan nama yang lain. Masyarakat disarankan untuk memeriksa platform terkait di laman OJK atau konfirmasi dengan menghubungi langsung pihak OJK.

Oleh sebab itu, jika ingin memulai investasi dan menyelami dunia pasar modal, silakan berinvestasi pada entitas yang jelas legalitas dan pengawasannya. Menghubungi kerabat atau pialang profesional untuk berkonsultasi, juga menjadi pilihan lain sebelum memilih instrumen investasi saham, reksa dana, ataupun obligasi. Cermat memilih investasi agar tidak mendapat kerugian berlipat-lipat. (Litbang Kompas)