Olahraga Kegigihan Tiara Lebih Berharga

SEA Games 2019

Kegigihan Tiara Lebih Berharga

Dalam kondisi patah tulang jari kelingking tangan kiri, Tiara Andini Prastika masih mampu merebut medali perak sepeda gunung nomor downhill putri pada SEA Games 2019 di Filipina.

Oleh Herpin Dewanto Putro
· 4 menit baca
ANTARA FOTO/INASGOC/AJI WISNU NOVIANTO

Tiara Andini Prastika atlet balap sepeda downhill Indonesia saat berlomba pada Asian Games 2018, di mana dia meraih medali emas. Pada SEA Games 2019 di Filipina, Tiara yang cedera patah tulang kelingking tangan kiri,  mempersembahkan medali perak bagi Indonesia, Senin (2/11/2019).

BATANGAS, SENIN – Indonesia kembali gagal meraih medali emas SEA Games 2019 dari cabang balap sepeda karena Tiara Andini Prastika (23) hanya mampu meraih perak dari nomor downhill putri, Senin (2/12/2019). Namun, kegagalan mencapai target emas itu segera terlupakan, karena Tiara tetap berhasil meraih perak dalam kondisi cedera. Kegigihan Tiara jauh lebih berharga dan membuktikan para atlet muda Indonesia pantang menyerah.

Tiara merupakan satu-satunya atlet muda dari cabang balap sepeda yang dibebani target emas, karena ia berhasil meraih emas pada Asian Games 2018. Petaka pun terjadi ketika pebalap asal Semarang, Jawa Tengah ini, terjatuh saat latihan, Sabtu (30/11/2019). Tulang jari kelingking pada tangan kiri Tiara patah dan tim dokter merekomendasikan agar Tiara tidak berlaga.

Setelah berunding, ofisial tim nasional balap sepeda Indonesia pun menanyai Tiara. “Saya memilih untuk tetap bertanding dan ternyata masih diberi kesempatan. Saya sangat berterima kasih sudah diberi kepercayaan,” kata Tiara ketika dihubungi dari Jakarta.

KOMPAS/RAKARYAN SUKARJAPUTRA

Tiara Andini Prastika atlet balap sepeda downhill Indonesia saat meraih medali emas Asian Games 2018. Pada SEA Games 2019 di Filipina, Tiara yang cedera patah tulang kelingking tangan kiri,  mempersembahkan medali perak bagi Indonesia, Senin (2/11/2019).

Tiara merasa sudah berlatih keras untuk berlaga di SEA Games ini dan tidak mau kesempatan itu hilang begitu saja. Obat penghilang rasa sakit pun menjadi senjata yang ia butuhkan saat berlaga di Tatlong Bungo, Batangas, Senin kemarin. Pada sesi latihan, ia masih merasa kesakitan karena pengaruh obat itu hilang saat melintas di trek. Ia kemudian minta obat itu disemprotkan sesaat sebelum start ketika bertanding.

“Ternyata masih terasa sakit juga, tetapi ini hasil yang terbaik. Sekarang tangan saya bengkak karena dipaksakan,” kata Tiara. Saat berlomba, pebalap tuan rumah Filipina Lea Denise Belgira meraih emas dengan catatan waktu tiga menit sembilan detik dan Tiara mencatat waktu 3 menit 16,9 detik. Sementara pebalap Thailand, Vipavee Dekabales, meraih perunggu dengan waktu 3 menit 17,6 detik.

Setelah menyelesaikan lomba, Tiara mengaku baru berani memberi tahu keluarganya di Semarang perihal cedera tersebut. Ia tidak mau keluarganya panik dan terlalu memikirkan dirinya.

Cedera pada jari tangan itu juga pernah dialami Tiara menjelang Asian Games 2018. Waktu itu jari telunjuknya yang terluka. “Cedera itu terjadi lima bulan sebelum Asian Games sehingga saya masih punya waktu untuk pulih. Kalau patah kelingking ini hanya hitungan hari sebelum lomba,” katanya.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Dapatkan Cashback 30% dari OVO!

Pakai OVO sebagai metode pembayaran di Gerai Kompas, dapatkan cashback 30% (maksimal Rp10.000) di Kompas.id! Hanya berlaku hingga 31 Desember 201

Apresiasi besar

Manajer timnas balap sepeda Indonesia Budi Saputra mengaku sangat bangga. “Ini pencapaian yang luar biasa. Semua tim pelatih dan pengurus (PB Ikatan Sport Sepeda Indonesia) sangat mengapresiasi perjuangannya,” katanya.

Medali perak, kata Budi, tetaplah sulit diraih karena pebalap Filipina memiliki keuntungan dapat mengenal trek dengan lebih baik. Mereka sudah berlatih di trek itu sejak lama. Sementara lawan terkuat bagi Indonesia sebenarnya adalah Thailand. Dengan demikian, bisa mengungguli Thailand sudah sangat membanggakan. Apalagi, dilakukan dalam kondisi cedera.

Kompas/AGUS SUSANTO

Atlet balap sepeda BMX Rio Akbar di sirkuit BMX Pulomas, Jakarta, Sabtu (16/11/2019). Rio bersama Toni Syarifudin dan Gusti Bagus Saputra akan berlomba dalam kelas elite putra SEA Games 2019 di Filipina. Rio berpeluang meraih medai emas SEa Games 2019.

Budi sangat bangga karena para atlet muda yang diturunkan mampu menunjukkan militansinya. Hal ini memberikan harapan bagi regenerasi selanjutnya. Pada nomor downhill putra, juga ada Andy Prayoga (21) yang berhasil meraih perunggu.

Cabang balap sepeda sejak awal menargetkan meraih tiga emas. Selain dari Tiara, dua emas lainnya diharapkan dapat direbut Zaenal Fanani di nomor lintas alam dan I Gusti Bagus Saputra dari nomor BMX. Namun, Fanani juga gagal meraih emas pada lomba yang digelar, Minggu (1/12/2019). Potensi emas terbaik masih diharapkan datang dari Bagus.

“BMX juga masih memiliki atlet muda seperti Rio Akbar (24) yang tetap punya peluang,” kata Budi. Selain itu, cabang balap sepeda masih berharap ada kejutan dari disiplin sepeda jalan raya.

 

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Desember 2019 di halaman 1 dengan judul "Meretas Peta Jalan Prestasi". baca epaper kompas